Banten

Stop Menghangatkan Kembali 5 Makanan Ini! Bisa Menjadi Racun yang Membahayakan

Saiful Anwar | 14 Mei 2024, 10:31 WIB
Stop Menghangatkan Kembali 5 Makanan Ini! Bisa Menjadi Racun yang Membahayakan

AKURAT BANTEN - Kebiasaan menghangatkan makanan biasa dilakukan supaya makanan tidak basi dan terasa hangat saat dimakan. Namun, ternyata tidak semua makanan dapat dihangatkan kembali.

Terdapat beberapa makanan yang tidak bisa dipanaskan kembali karena memicu masalah kesehatan. Bahkan terdapat makanan yang dipanaskan kembali akan menjadi racun yang membahayakan.

Melansir dari berbagai sumber, berikut jenis makanan yang tidak boleh dihangatkan kembali.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Posisi Tidurr Terbaik yang Bikin Awet Muda, Hindari Tengkurap

Makanan yang Tidak Boleh Dihangatkan Kembali

Santan

Makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali yang pertama adalah santan. Jika santan dihangatkan maka akan berubah menjadi minyak kelapa dan tidak baik jika dikonsumsi.

Jamur

Jamur yang dihangatkan kembali dapat menjadi sumber bakteri dan menyebabkan keracunan makanan. Maka dari itu sebaiknya konsumsi jamur yang segar atau simpan di tempat yang dingin.

Bayam

Makanan yang tidak boleh dihangatkan kembali adalah bayam. Bayam mengandung nitrat yang dapat berubah menjadi  senyawa racun jika dihangatkan kembali.

Kentang

Kentang merupakan makanan yang pantang dihangatkan kembali. Jika kentang dihangatkan kembali maka dapat menyebabkan perubahan struktur pati menjadi lebih sulit dicerna yang dapat mengganggu pencernaan.

Baca Juga: Simak! Ini Ciri-Ciri Masker Wajah Tidak Cocok Digunakan, Bisa Membuat Kulit Iritasi

Telur rebus

Makanan yang tidak boleh dihangatkan kembali adalah telur rebus. Kandungan protein dalam telur dapat berubah menjadi toksin jika dihangatkan kembali.

Sebaiknya konsumsi telur rebus dalam keadaan segar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.