Misteri di Balik Kecelakaan Maut Rawa Buaya: Benarkah Setan Budeg Ada, ataukah Sekadar Mitos Kelalaian?

AKURAT BANTEN – Sebuah insiden tragis kembali merenggut nyawa di perlintasan kereta api Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebuah misteri di balik banyaknya korban kecelakaan maut yang merenggut nyawa dari setiap korbannya.
Sebuah cerita turun-temurun di balik fakta pahit ini, tersimpan sebuah narasi yang tak kalah mencekam, diwarnai mitos lokal tentang 'Setan Budeg' penghuni tempat tersebut, yang kerap dikaitkan dengan kecelakaan di jalur rel. Apakah ini sekadar mitos ataukah memang faktor kelalaian?
Nahas! Baru-baru ini, seorang pejalan kaki tewas tertabrak Kereta Api pada, Kamis malam (15/05/2025) sekitar pukul 20.45 WIB. Namun, korban yang belum diketahui identitasnya itu, menurut saksi mata dan petugas penjaga pintu perlintasan, adalah seorang pejalan kaki.
Ironisnya, lokasi kejadian sudah dilengkapi pintu penghalang, namun, seperti yang dituturkan warga sekitar, Nasuhi, banyak penyeberang, baik pejalan kaki maupun pengendara, kerap mengabaikan peringatan tersebut.
Setan Budeg
Mitos 'Setan Budeg', antara klenik dan realitas. Nama "Setan Budeg" atau kadang disebut "Setan Budeg" sudah tak asing lagi di telinga masyarakat, terutama di Jawa.
Mitos ini menggambarkan makhluk halus yang diyakini memiliki kekuatan untuk mengganggu pendengaran manusia, membuat mereka seolah tuli sementara, terutama saat berada di area berbahaya seperti perlintasan kereta api.
Konon, mereka yang sedang asyik dengan dunia sendiri – entah mendengarkan musik dengan earphone atau terpaku pada ponsel – rentan menjadi "korban" 'Setan Budeg'.
Pendengaran mereka tiba-tiba mati, sehingga tidak menyadari deru kereta yang mendekat. Ini adalah narasi yang sering muncul di balik kecelakaan-kecelakaan tragis di perlintasan.
Bahkan, mitos ini pernah diangkat dalam sebuah film horor Indonesia berjudul "Setan Budeg".
Baca Juga: Si Kecil yang Tangguh: Mengungkap Fakta-Fakta Menarik tentang Cicak yang Mungkin Belum Kamu Ketahui!
Kunci Kewaspadaan
Peringatan penting, mengapa kewaspadaan adalah kunci utama. Meskipun mitos 'Setan Budeg' menambah nuansa mistis pada setiap kecelakaan, fakta di lapangan seringkali menunjukkan hal yang lebih mendasar: kelalaian dan ketidakwaspadaan.
Kecelakaan seperti yang terjadi di Rawa Buaya ini seringkali disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap rambu-rambu lalu lintas dan sinyal bahaya.
Nasuhi, warga setempat, berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia mendesak para penyeberang untuk mentaati rambu-rambu dan peringatan yang sudah ada.
Baca Juga: Bukan Cuma Pandai Bicara: Menguak Keunikan Beo Nias, Burung Endemik Paling Langka di Sumut!
Imbauan untuk melepas earphone, mematikan musik keras, dan selalu menengok ke kanan dan kiri sebelum menyeberang rel bukan sekadar anjuran, melainkan tindakan penyelamatan nyawa.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Cengkareng maupun keluarga korban.
Namun, satu hal yang pasti, apakah itu karena mitos 'Setan Budeg' atau murni kelalaian, kehilangan nyawa di perlintasan kereta api adalah tragedi yang bisa dicegah (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”






