Banten

Misteri di Balik Kecelakaan Maut Rawa Buaya: Benarkah Setan Budeg Ada, ataukah Sekadar Mitos Kelalaian?

Saeful Anwar | 16 Mei 2025, 15:10 WIB
Misteri di Balik Kecelakaan Maut Rawa Buaya: Benarkah Setan Budeg  Ada, ataukah Sekadar Mitos Kelalaian?

  

AKURAT BANTEN – Sebuah insiden tragis kembali merenggut nyawa di perlintasan kereta api Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebuah misteri di balik banyaknya korban kecelakaan maut yang merenggut nyawa dari setiap korbannya.

Sebuah cerita turun-temurun di balik fakta pahit ini, tersimpan sebuah narasi yang tak kalah mencekam, diwarnai mitos lokal tentang 'Setan Budeg' penghuni tempat tersebut, yang kerap dikaitkan dengan kecelakaan di jalur rel. Apakah ini sekadar mitos ataukah memang faktor kelalaian?

Nahas! Baru-baru ini, seorang pejalan kaki tewas tertabrak Kereta Api pada, Kamis malam (15/05/2025) sekitar pukul 20.45 WIB. Namun, korban yang belum diketahui identitasnya itu, menurut saksi mata dan petugas penjaga pintu perlintasan, adalah seorang pejalan kaki.

Baca Juga: Terobosan Penting! Eddy Soeparno dan Wali Kota Tangsel Bersinergi Atasi Darurat Sampah dengan Teknologi Canggih

Ironisnya, lokasi kejadian sudah dilengkapi pintu penghalang, namun, seperti yang dituturkan warga sekitar, Nasuhi, banyak penyeberang, baik pejalan kaki maupun pengendara, kerap mengabaikan peringatan tersebut.

Setan Budeg

Mitos 'Setan Budeg', antara klenik dan realitas. Nama "Setan Budeg" atau kadang disebut "Setan Budeg" sudah tak asing lagi di telinga masyarakat, terutama di Jawa.

Mitos ini menggambarkan makhluk halus yang diyakini memiliki kekuatan untuk mengganggu pendengaran manusia, membuat mereka seolah tuli sementara, terutama saat berada di area berbahaya seperti perlintasan kereta api.

Baca Juga: Gegara Penghianat Bangsa Londo Ireng, Belanda yang Tidak lebih Besar dari Jabar dan Sumsel, Bisa Kuasai Indonesia 350 Tahun

Konon, mereka yang sedang asyik dengan dunia sendiri – entah mendengarkan musik dengan earphone atau terpaku pada ponsel – rentan menjadi "korban" 'Setan Budeg'.

Pendengaran mereka tiba-tiba mati, sehingga tidak menyadari deru kereta yang mendekat. Ini adalah narasi yang sering muncul di balik kecelakaan-kecelakaan tragis di perlintasan.

Bahkan, mitos ini pernah diangkat dalam sebuah film horor Indonesia berjudul "Setan Budeg".

Baca Juga: Si Kecil yang Tangguh: Mengungkap Fakta-Fakta Menarik tentang Cicak yang Mungkin Belum Kamu Ketahui!

Kunci Kewaspadaan

Peringatan penting, mengapa kewaspadaan adalah kunci utama. Meskipun mitos 'Setan Budeg' menambah nuansa mistis pada setiap kecelakaan, fakta di lapangan seringkali menunjukkan hal yang lebih mendasar: kelalaian dan ketidakwaspadaan.

Kecelakaan seperti yang terjadi di Rawa Buaya ini seringkali disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap rambu-rambu lalu lintas dan sinyal bahaya.

Nasuhi, warga setempat, berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia mendesak para penyeberang untuk mentaati rambu-rambu dan peringatan yang sudah ada.

Baca Juga: Bukan Cuma Pandai Bicara: Menguak Keunikan Beo Nias, Burung Endemik Paling Langka di Sumut!

Imbauan untuk melepas earphone, mematikan musik keras, dan selalu menengok ke kanan dan kiri sebelum menyeberang rel bukan sekadar anjuran, melainkan tindakan penyelamatan nyawa.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Cengkareng maupun keluarga korban.

Namun, satu hal yang pasti, apakah itu karena mitos 'Setan Budeg' atau murni kelalaian, kehilangan nyawa di perlintasan kereta api adalah tragedi yang bisa dicegah (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman