Banten

Akhirnya Lisa Mariana Minta Maaf dan Minta Damai Padahal Sudah Buat Rumah Tangga Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Runtuh

Andi Syafriadi | 25 September 2025, 21:54 WIB
Akhirnya Lisa Mariana Minta Maaf dan Minta Damai Padahal Sudah Buat Rumah Tangga Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Runtuh

AKURAT BANTEN - Perseteruan antara selebgram Lisa Mariana dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan media.

Konflik yang sudah lama memanas ini sempat mendekati titik “perdamaian”, namun kemudian berubah arah mediasi batal dan suasana makin dramatis.

Inilah kisahnya secara kronologis dan analisis maknanya, khususnya bagi pembaca Banten yang tertarik pada dinamika sosial dan politik selebritas serta figur publik.

Konflik Lisa Mariana dengan Ridwan Kamil muncul sejak beberapa waktu lalu, terkait kritik dan tuduhan di ruang publik yang melibatkan nama serta figur Ridwan Kamil.

Baca Juga: Lisa Mariana Masuk Bui? Ridwan Kamil Lakukan Ini Demi Pertahankan Rumah Tangganya dengan Atalia Praratya

Ketegangan meningkat ketika Lisa Mariana dianggap menyebarkan aib atau konten yang menciptakan tekanan pada sang politisi.

Sebagai respons terhadap konflik yang makin memanas, upaya mediasi sempat dilakukan.

Namun menurut laporan, mediasi itu gagal Ridwan Kamil dikabarkan “berubah pikiran” dan memilih untuk tidak melanjutkan proses perdamaian.

Sebelumnya, Lisa Mariana dilaporkan sempat menolak untuk meminta maaf, hingga dalam sebuah momen ia menangis sebagai reaksi emosional terhadap konflik yang berlangsung.

Baca Juga: Lihat Pengumuman Hasil Tes DNA RK Hari Ini, Lisa Mariana Justru Tidak Hadir, Cuma Bisa Gigit Jari?

Menurut kabar media sosial dan tayangan video, tangisan Lisa Mariana menjadi simbol emosional konflik ini.

Ia dianggap sangat terpukul dan tertekan oleh perkembangan perseteruan tersebut terlebih jika upaya perdamaian ditolak atau dicabut secara sepihak.

Dalam beberapa klip video, muncul narasi bahwa Lisa Mariana merasa dilecehkan atau dipaksa untuk mengakui kesalahan atau meminta maaf, meskipun menurutnya tidak pantas meminta maaf terlebih dahulu.

Tangisan tersebut bukan hanya ekspresi individu, tetapi juga mengundang simpati publik malah menjadi bagian dari strategi narasi bahwa dirinya “dipojokkan” dalam konflik dengan figur berkuasa.

Baca Juga: Hebohkan Media Sosial, Lisa Mariana Akui Pemeran Dalam Video Asusila yang Tersebar

Upaya perdamaian yang sempat digencarkan menjadi titik kritis ketika laporan muncul bahwa Ridwan Kamil “berubah pikiran” dan akhirnya menolak melanjutkan mediasi.

Artinya, damai yang sempat dibicarakan batal di tengah jalan.

Penolakan damai ini memberi kesan bahwa konflik antara publik figur dan influencer tak sekadar persoalan pribadi, tetapi sudah menyentuh unsur politik, citra publik, dan kekuasaan simbolik.

Ridwan Kamil sebagai bekas pejabat tinggi memiliki posisi strategis dalam keputusan untuk berdamai atau tidak.

Baca Juga: Buntut Tuduhan Tak Terbukti, Ridwan Kamil Gugat Balik Lisa Mariana Rp105 Miliar

Keputusan untuk membatalkan perdamaian bisa ditafsirkan sebagai upaya mempertahankan citra atau kekuatan negoisasi.

Secara keseluruhan, kisah Lisa Mariana dengan Ridwan Kamil menegaskan bahwa konflik publik tak hanya tentang siapa benar atau salah, tetapi siapa yang bisa mengelola narasi, posisi kekuasaan, dan citra di mata publik.

Banten sebagai bagian dari bangsa ini patut menyimak kasus seperti ini agar kita bisa lebih kritis, berbudi dalam berkomunikasi, dan memahami bahwa di balik drama terdapat pelajaran penting tentang kuasa, media, dan moralitas.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.