Banten

Secangkir Mimpi dari Petukangan Utara: Wira Menghidupkan Kopi Nusantara Lewat Usaha Rumahan

Handrian Setiawan | 13 April 2026, 15:03 WIB
Secangkir Mimpi dari Petukangan Utara: Wira Menghidupkan Kopi Nusantara Lewat Usaha Rumahan
Secangkir Mimpi dari Petukangan Utara: Wira Menghidupkan Kopi Nusantara Lewat Usaha Rumahan (foto: Handrian Setiawan/Akurat Banten)

AKURAT BANTEN - Tren minum kopi belum menunjukkan tanda meredup, terutama di kalangan generasi muda. Namun di tengah menjamurnya kedai kopi modern, seorang pelaku usaha di kawasan Petukangan Utara, Jakarta Selatan justru memilih fokus pada bisnis yang berbeda.

Anwar, pemilik Wira Kopi ini menjual biji kopi nusantara tak hanya ikhtiar untuk jalan rezekinya namun sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kopi asli Indonesia.

Pria 36 tahun yang akrab disapa Wira, pemilik Wira Kopi Nusantara di Jalan Masjid Darull Alah No.2 RT03/RW03, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Kubu Roy Suryo Sindir Joko Widodo, Respons Ijazah Dinilai Seret Jusuf Kalla

Berangkat dari kegemarannya menikmati kopi, Wira melihat peluang bisnis yang tidak hanya menjual minuman, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat terhadap kopi berkualitas.

“Awalnya karena suka kopi. Saya lihat peluangnya besar, apalagi edukasi kopi di masyarakat masih terbuka luas,” ujar Wira saat ditemui di tokonya, Minggu (12/4/2026).

Fokus Retail Biji Kopi Nusantara

Beroperasi sejak 2025, Wira Kopi Nusantara memilih fokus pada penjualan biji kopi retail. Saat ini, toko tersebut menyediakan lebih dari 31 varian biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Saat Developer Mulai Bermain Industri Kesehatan, Medical Suites Jadi Senjata Baru Sinar Mas Land

Jenis kopi yang tersedia meliputi arabika, robusta, liberika, hingga house blend dengan sumber langsung dari petani kopi lokal.

Beberapa varian yang menjadi favorit pelanggan di antaranya Robusta Aceh Gayo, Arabika Gayo Wine, dan Arabika Toraja Mamasa.

Menurut Wira, konsumen tidak hanya mencari rasa, tetapi juga aroma dan karakter kopi yang khas. “Image kopi itu sekarang sudah melekat. Orang mulai paham beda aroma, rasa, dan asal kopi,” katanya.

Baca Juga: Iran Tuduh Amerika Serikat Plin-Plan, Negosiasi Diduga Sengaja Digagalkan

Di tokonya, pembeli bahkan dapat langsung menggiling biji kopi sesuai kebutuhan sebelum diseduh di rumah.

Edukasi Kopi Jadi Daya Tarik

Berbeda dengan kedai kopi pada umumnya, Wira menjadikan edukasi sebagai konsep utama usaha. Ia aktif menjelaskan perbedaan jenis kopi hingga metode seduh kepada pelanggan.

Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau, mulai dari Rp17 ribu per ons untuk robusta, hingga sekitar Rp36 ribu per ons untuk varian premium.

Pendekatan tersebut menarik minat warga sekitar, salah satunya Sukris (40), pelanggan asal Petukangan Utara.

Baca Juga: Trauma Mendalam, Istri Petugas Damkar Kota Tangerang Takut Pulang ke Rumah Usai Penganiayaan

“Saya langganan. Sering beli di sini, sekalian arah pulang kerja. Rasanya lebih enak dibanding kopi sachet. Saya memang penikmat robusta, terutama Temanggung,” ungkapnya.

Menurutnya, selain rasa yang lebih kuat, harga biji kopi juga masih ramah di kantong dibanding membeli kopi siap minum.

Modal Terbatas, Target Jadi Supplier

Dengan modal usaha di bawah Rp30 juta di luar biaya tempat, Wira membangun bisnisnya secara bertahap. Ia berharap ke depan Wira Kopi Nusantara tidak hanya melayani pembeli retail, tetapi juga berkembang menjadi pemasok biji kopi bagi toko-toko di berbagai daerah.

“Goals saya ingin jadi supplier kopi untuk toko-toko di daerah,” harapnya.

Baca Juga: Pakistan Desak AS dan Iran Tahan Diri Usai Perundingan Damai di Islamabad Berakhir Buntu

Di tengah tren kopi yang terus berkembang, kehadiran usaha kecil seperti Wira Kopi Nusantara menunjukkan bahwa bisnis kopi bukan sekadar gaya hidup, melainkan juga ruang pemberdayaan petani lokal sekaligus edukasi masyarakat menikmati kopi nusantara secara lebih autentik. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.