Banten

Harga Emas Antam Anjlok Rp13 Ribu Hari Ini, Selisih Buyback Tembus Segini, Investor Wajib Waspada

Aullia Rachma Puteri | 28 Mei 2026, 05:57 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp13 Ribu Hari Ini, Selisih Buyback Tembus Segini, Investor Wajib Waspada
harga emas anjlok

AKURAT BANTEN - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak turun pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026.

Penurunan ini terjadi pada harga jual emas sekaligus harga buyback atau pembelian kembali oleh pihak Logam Mulia.

Berdasarkan pembaruan dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas pecahan 1 gram kini berada di level Rp2.785.000.

Nilai tersebut turun Rp13.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang masih berada di angka Rp2.798.000 per gram.

Baca Juga: Siap-Siap Kejutan! Ini Prediksi Harga Emas Antam Besok Senin 25 Mei 2026, Mau Borong atau Lepas?

Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Hari ini, buyback tercatat di kisaran Rp2.594.000 per gram atau melemah Rp13.000 dibandingkan harga sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai sekitar Rp191.000 per gram.

Besarnya spread harga ini menjadi perhatian para investor emas, khususnya bagi mereka yang berorientasi jangka pendek.

Sebab, semakin besar selisih harga jual dan buyback, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan agar investasi emas bisa menghasilkan keuntungan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 26 April 2026 Tak Bergerak, Investor Menanti Arah Pasar Selanjutnya

Meski sedang terkoreksi, harga emas Antam sepanjang tahun 2026 masih menunjukkan tren positif.

Dibandingkan awal Januari 2026, harga emas saat ini masih lebih tinggi. Kala itu, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp2,4 jutaan per gram.

Sebelumnya, emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi pada akhir Januari 2026 dengan harga menembus Rp3.168.000 per gram.

Setelah mencapai level tersebut, pergerakan harga mulai mengalami fluktuasi mengikuti perkembangan ekonomi global dan harga emas internasional.

Baca Juga: Harga Emas Melejit di Tengah Ketegangan Global, Investor Serbu Aset Safe Haven

Perubahan harga emas dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pergerakan dolar Amerika Serikat, kondisi geopolitik dunia, hingga kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Ketika dolar menguat, harga emas biasanya cenderung tertekan karena investor beralih ke aset berbasis dolar.

Di sisi lain, sebagian masyarakat justru memanfaatkan penurunan harga emas sebagai kesempatan untuk membeli.

Emas masih dianggap sebagai salah satu instrumen investasi aman untuk jangka panjang karena nilainya relatif stabil terhadap inflasi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Ambruk Drastis! Investor Banten Dihadapkan pada Dilema Beli atau Lepas Aset

Dalam transaksi buyback, investor juga perlu memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku.

Sesuai aturan pemerintah, penjualan kembali emas dengan nilai lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Besaran pajak berbeda untuk pemilik NPWP dan non-NPWP.

Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

Baca Juga: Harga Emas Masih Mahal! Antam, Galeri 24, dan UBS Bertahan di Level Tinggi Hari Ini

Karena itu, investor disarankan terus memantau perkembangan pasar sebelum memutuskan membeli atau menjual emas.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.