Banten

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Cara Nontonnya

Aullia Rachma Puteri | 11 Agustus 2026, 21:27 WIB
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Cara Nontonnya
Livestreaming gerhana matahari

AKURAT BANTEN – Gerhana Matahari Total (GMT) akan menjadi salah satu fenomena astronomi paling menarik pada Agustus 2026.

Peristiwa langit tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan jalur totalitas melewati sejumlah wilayah di belahan Bumi utara.

Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan jalur Gerhana Matahari Total tidak melewati wilayah Indonesia.

Baca Juga: Tak Bisa Dilihat dari Indonesia? Berburu Gerhana Matahari Total Malah Tembus Rp18 Juta dari Udara

Selain itu, saat gerhana berlangsung, Indonesia berada dalam kondisi malam hari.

Meski tidak dapat melihatnya dari langit Indonesia, masyarakat tetap memiliki alternatif untuk menikmati fenomena langka tersebut.

Salah satunya melalui layanan siaran langsung yang disediakan sejumlah lembaga astronomi dan sains.

Laporan Telset menyebut masyarakat dapat mengikuti tayangan GMT secara daring melalui kanal YouTube resmi NASA, European Space Agency (ESA), serta Royal Observatory Greenwich.

Baca Juga: Cincin Api di Langit Dunia! Gerhana Matahari 2026 Ungkap Fenomena Langka yang Tak Semua Orang Bisa Saksikan

Tayangan tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan proses gerhana tanpa harus bepergian ke luar negeri.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi dalam posisi tertentu.

Akibatnya, cahaya Matahari tertutup oleh Bulan bagi pengamat yang berada tepat di jalur totalitas.

Saat fase total terjadi, piringan Matahari akan tertutup sepenuhnya.

Baca Juga: 2 Agustus Gerhana Matahari Total, Benua Asia Kena Dampaknya, Indonesia Juga?

Dalam kondisi tersebut, korona Matahari yang biasanya sulit terlihat karena cahaya terang Matahari dapat tampak dari lokasi pengamatan yang tepat.

Jalur totalitas GMT 12 Agustus 2026 mencakup wilayah seperti Greenland, Islandia, kawasan Rusia bagian utara, Samudra Atlantik Utara, hingga Spanyol utara.

Sebagian kecil Portugal juga masuk dalam jalur totalitas.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain hanya akan mendapatkan gerhana Matahari sebagian.

Baca Juga: Catat Tanggal Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini yang Segera Datang, Tahun 2025?

Telset mencatat beberapa kawasan seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris dapat melihat gerhana dengan tingkat cakupan yang berbeda-beda.

Bagi masyarakat Indonesia, menyaksikan siaran langsung menjadi pilihan yang lebih praktis.

Penonton hanya membutuhkan perangkat seperti ponsel, tablet, laptop, atau televisi pintar yang terhubung dengan internet.

Jadwal juga perlu diperhatikan karena waktu kejadian berbeda antara lokasi pengamatan dan Indonesia.

Baca Juga: Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?

Berdasarkan data BMKG, fase awal gerhana sebagian berlangsung pada pukul 22.34 WIB.

Fase total di lokasi awal dimulai sekitar pukul 23.57 WIB, sedangkan puncak gerhana terjadi pada pukul 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026.

Rangkaian fenomena berakhir sekitar pukul 02.57 WIB.

Dengan jadwal tersebut, masyarakat Indonesia dapat mengikuti siaran daring mulai malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus.

Baca Juga: Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Matahari 29 Maret 2025, Waspada Cacat Lahir?

Namun, waktu tayangan masing-masing lembaga dapat berbeda sesuai lokasi kamera dan jadwal siaran mereka.

Bagi masyarakat yang kebetulan berada di wilayah jalur gerhana dan ingin melakukan pengamatan langsung, keselamatan mata menjadi hal utama.

Penggunaan kacamata gerhana bersertifikasi ISO 12312-2 diperlukan saat melihat Matahari, sedangkan kacamata hitam biasa tidak cukup untuk melindungi mata.

Fenomena GMT 12 Agustus 2026 sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi membuat peristiwa astronomi yang berlangsung jauh dari Indonesia tetap dapat dinikmati masyarakat Tanah Air.

Baca Juga: Gerhana Matahari 8 April 2024 : Ini Waktu, Durasi, dan Lokasi untuk Melihatnya

Tanpa perlu membeli tiket perjalanan ke luar negeri atau mencari lokasi pengamatan khusus, masyarakat cukup mengakses kanal resmi penyedia siaran.

Dengan begitu, keindahan Gerhana Matahari Total tetap dapat disaksikan dari rumah secara aman dan praktis.

Bagi pencinta astronomi, momen tersebut tentu layak dinantikan.

Meskipun Indonesia tidak berada di jalur totalitas, perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat tetap menjadi saksi salah satu fenomena langit paling menarik pada 2026.

Baca Juga: Heboh! Benarkah Gerhana Matahari Total 8 April 2024 Sebabkan Bumi Gelap Selama 3 Hari?

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.