Ketua KPK Firli Bahuri Dinilai Memalukan dan Cemen Hadapi Wartawan Usai Diperiksa Polisi Terkait Kasus Pemerasan

AKURAT BANTEN - Aksi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dinilai memalukan dan cemen karena menghindari awak media (wartawan) dengan menutupi wajahnya menggunakan tas yang dibawanya.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman yang ikut menanggapi aksi Firli Bahuri yang menghindari wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Mabes Polri terkait kasus dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), beberapa waktu yang lalu.
"Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi atas ngumpetnya pak Firli, kecuali satu kata memalukan. Memalukan atas perbuatan yang dilakukan Pak Firli karena ya memalukan," kata Boyamin dalam keterangan di Jakarta, yang dikutip pada Senin (20/11).
"Jadi malu atas hal-hal yang dilakukan Pak Firli karena memalukan kita semua," sambungnya.
Menurut Boyamin, seharusnya Firli sebagai Ketua KPK memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait kasus dugaan pemerasan terhadap eks Mentan SYL.
"Sebagai Ketua KPK, mestinya memberikan penjelasan dan klarifikasi, sehingga masyarakat paham. Karena sebelumnya Pak Firli membantah tidak melakukan ini dan itu terkait dugaan pemerasan terhadap pak Syahrul Yasin Limpo," tuturnya.
Boyamin pun menyoroti soal aksi Firli Bahuri yang selalu menghindar dari awal media atau wartawan usai dua kali diperiksa oleh tim penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Dirtipikor Bareskrim Polri. Meski Firli tidak bisa menghindar dari wartawan saat kedapatan sudah berada di dalam mobil usai menjalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri.
"Tapi kenyataannya ketika dimintai keterangannya (pemeriksaan) yang pertama sudah ngumpet-ngumpet dan gagal di endus wartawan saat waktu datang maupun pulang. Tapi saat pemeriksaan kedua, waktu pulang mampu diendus wartawan dan ngumpet didalam mobil dan menutupi dengan tas maupun masker," ujar Boyamin.
Lebih lanjut Boyamin menilai Ketua KPK Firli Bahuri terlihat cemen dan banci menghadapi wartawan yang sudah menunggu lama di lobi Bareskrim untuk meminta keterangan purnawirawan jenderal polisi bintang tiga.
"Ini betul-betul memalukan, dan saya kira ini jangan terulang lagi dikemudian hari. Tapi nyatanya Ketua KPK yang mestinya dibanggakan ternyata cemen ternyata mohon maaf agak istilahnya ini adalah “Banci”, sudah tidak gantleman," tegasnya.
Firli, kata dia, tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam rangka menghormati hukum sebagai warga negara dengan cara memberikan keterangan kepada awak media secara jelas dan konfrehensif.
"Kedatangan dan kepulangannya dengan dinampakan (diperlihatkan) itu berarti perlakuan yang sama dihadapan hukum, karena semua saksi ataupun tersangka yang datang maupun pulang dari kantor penyidik pada posisi yang memang melakukan proses-proses klarifikasi," tuturnya.
"Dan ini yang mestinya dilakukan oleh pak Firli, jadi persamaan hukum saja. Dan Pak Firli ternyata meminta pada posisi kalau saksi atau tersangka di KPK malah diumumkan pada saat upaya paksa di depan wartawan atau jumpa pers," tambah dia.
- Baca Juga: Ancam Demo Besar, SPN Banten Minta Pemerintah Tidak Gunakan PP 51 sebagai Rujukan Kenaikan UMP
- Baca Juga: Parah! Anggota Polisi Juga Jadi Korban Penipuan Oknum ASN Kesbangpol Tangsel
- Baca Juga: Fatwa MUI Membuat UMKM Tidak Menyediakan Produk Yang Berkaitan Dengan Israel, Ruginya Sampai Benjamin Netanyahu Merana
Sebelumnya diketahui, Firli yang merupakan mantan Kabaharkam itu diduga terseret dalam pusaran kasus pemerasan terhadap pimpinan KPK terhadap eks Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Firli telah diperiksa sebanyak dua kali oleh tim penyidik kepolisian. Terbaru, diperiksa pada Kamis (16/11) sekitar pukul 10.00 WIB hingga 13.45 WIB.
Firli masih diperiksa sebagai saksi dan dicecar 15 pertanyaan selama hampir 4 jam, dan menghindari awak media yang sudah menunggu.
"Ada 15 pertanyaan yang diajukan kepada FB (Firli Bahuri) selaku ketua KPK RI dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk dimintai keterangan tambahan oleh penyidik gabungan subdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya dan dittipidkor Bareskrim Polri," kata Ade di Bareskrim, Kamis (16/11/2023).
Firli keluar menggunakan mobil hitam dari brand asal Korea Selatan, Hyundai dengan nomor Polisi B 1917 TJQ.
Saat dihampiri awak media, Firli menutupi dirinya dengan tas berwarna hitam seperti bersembunyi. Setelah melewati plang keluar Mabes Polri, mobil yang membawa Firli langsung melesat meninggalkan lokasi. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










