2 Basis Data KPU Tak Akur, Infopemilu Suara PSI 3,862 Sedangkan Sirekap Hanya 1.986 Suara di Sulsel

AKURAT BANTEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). mengoreksi perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengalami lonjakan tak wajar hingga mencapai 3.862 suara.
Menurut Ahmad Makmur selaku Komisi divisi hukum dan pengawasan KPU Sulsel, mengatakan bahwa data tersebut bersumber dari Infopemilu. Sedangkan data Sirekap sebenarnya, suara PSI hanya 1.986 suara.
"Faktanya bahwa perolehan suara partai (PSI) hanya 1.986, itu data yang ada di Sirekap. Yang tampil di infopemilu itu 3.862 suara. Jadi kekeliruannya di situ," kata Ahmad di Makassar, Senin (4/3).
Setelah silakukan koreksi secara berjenjang yang disaksikan oleh Bawaslu disepakati bahwa hasil tingkat kabupaten dan Sirekap yang menampilkan data C hasil, maka yang benar hanya 1.986 suara.
- Baca Juga: Bom Meledak di Markas Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Kepolisian Jawa Timur
- Baca Juga: Bongkar Bisnis Milik Bahlil Lahadalia Seperti Tambang Dan Beberapa Proyek Pemerintah
- Baca Juga: Suara PSI Naik Tidak Wajar, Grace Natalie Dan Ade Armando Berpotensi Menuju Senayan
"Informasi yang beredar bahwa basis datanya dari Infopemilu sementara faktanya dari form D dan data Sirekap. Tadi sudah disepakati bahwa hasil tingkat kabupaten dan Sirekap yang menampilkan data C hasil. Jadi data yang benar hanya 1.986 suara," ungkapnya.
Selanjutnya menurut Ahmad, infopemilu tidak update atau terlambat dalam membaca hasil Sirekap, walaupun Infopemilu itu berbasis data dari KPU.
"Tapi data faktualnya ada di form D," ujarnya.
Terkait masalah ini sudah disampaikan ke KPU Sulsel dan diperlihatkan kepada saksi untuk pembuktian sesuai fakta di lapangan.
"Sehingga masalah rekap suara itu sudah selesai di dalam forum rekapitulasi suara tingkat provinsi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







