PKB Sebut PBNU Tak Paham Entitas Organisasi, Mereka Sedang Lakukan Dagelan

AKURAT BANTEN - Sekretaris Jendral Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid menegaskan tak akan penuhi panggilan PBNU, karena tak ada urusannya dengan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf lantaran sebagai dua entitas berbeda.
Hasanuddin Wahid kemudian mempertanyakan alasan mengundang dirinya, Ia menilai PBNU sedang melakukan dagelan. Hal tersebut sangat beralasan karena:
1. Sebelum pemilu 2024 lalu, PBNU mengeluarkan pernyataan bahwa PKB bukan representasi NU
2. Kemudian saat berlangsungnya pemilu 2024, lagi-lagi PKB dituduh telah digembosi.
Baca Juga: Terjun Dari Lantai 6 Gedung di Jakbar, Pria Tak Dikenal Tewas Seketika, Diduga Bunuh Diri
"Tiba-tiba bikin tim mengundang saya. Kayak dagelan aja. Untuk apa? Mana mungkin saya memenuhi undangan mereka? Secara organisasi kita enggak ada urusan sama Gus Yahya dan Saiful. Kita entitas berbeda," tuturnya Hasanuddin dikutip Akurat Banten pada, Senin (6/8/2024).
Hasanuddin justru menilai, Gus Yahya dan Gus Ipul secara terang-terangan menggembosi dan merusak PKB hingga mengadu domba warga NU dengan PKB.
Hingga saat ini, PKB dianggap sebagai salah satu organisasi yang sehat dan berprestasi berprestasi, apabila menilik pada:
Baca Juga: Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Pelajar, Sudah Diatur Jokowi Melalui PP Kesehatan 2024
1. Jumlah pemilih yang naik secara signifikan, terbukti lebih dari 2.150 kursi diperoleh pada semua tingkatan.
2. Sebanyak tiga ribu lebih calon kepala daerah memperebutkan rekomendasi untuk maju pilkada dari PKB.
3. Belakangan diajak untuk masuk ke koalisi presiden terpilih.
"Begitu pasca pemilu PKB suaranya naik drastis, kursinya naik signifikan lebih dari 2.150-an kursi semua tingkatan, Itu artinya kita seksi dan menarik, eh (malah) dikatain kita melenceng bahkan rusak, justru fakta ini menjelaskan siapa sesungguhnya yang rusak" ungkap Hasanuddin, dikutip.
Seperti diketahui, sebelum dan saat berlangsungnya Pilpres 2024 hingga digulirkannya Pansus Haji DPR RI, hubungan PKB dan PBNU kembali memanas.
Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Mahasiswi Pulang Karaoke, Tabrak Wanita hingga Tewas di Pekanbaru
Banyak yang menilai memanasnya hubungan keduanya saat ini, dipicu ketika PBNU memanggil eks Sekjen PKB Lukman Edy pekan lalu.
Kemudian baru-baru ini pada, Senin (5/8/2024) PBNU mengirimkan undangan kepada Hasanuddin Wahid yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni dan Wakil Sekjen PBNU Imron Rosyadi Hamid.
Adapun undangan tersebut, bermaksud untuk meminta penjelasan terkait hubungan PBNU dan PKB, di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, pukul 12.30 WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










