Indonesia akan Bangun PLTN di Tahun 2032, Manfaatkan Nuklir untuk Kebutuhan Energi Masa Depan

AKURAT BANTEN - Indonesia semakin serius dalam upaya memanfaatkan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa langkah terobosan ini perlu diambil demi keberlanjutan sektor energi di Indonesia.
Baca Juga: Lima Perusahaan Ditetapkan Terlibat dalam Korupsi Timah oleh Kejaksaan Agung
"Di Dewan Energi Nasional (DEN), topik ini telah dibahas dengan sangat serius. Target kami, pada 2032, energi nuklir sudah bisa beroperasi di Indonesia," ujar Bahlil dalam konferensi pers yang disampaikan pada Kamis (2/1/2025).
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan menyelesaikan rancangan Peraturan Presiden (R-Perpres) yang mengatur tentang pembentukan Komite Pelaksana Program Energi Nuklir (KP2EN).
Rencana ini menjadi langkah awal yang penting dalam memastikan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia bisa berjalan dengan baik.
Anggota DEN, Agus Puji Prasetyono, menyebutkan bahwa ada tiga hal yang harus dipenuhi Indonesia agar dapat membangun PLTN yang sukses.
Pertama, Indonesia harus membentuk Badan Pelaksana Program Energi Nuklir atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO), yang bertugas mengelola dan melaksanakan program energi nuklir.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Perampokan Bersenjata SPBU di Tangsel, Sejumlah Saksi Diperiksa
Kedua, keterlibatan semua pemangku kepentingan (stakeholder involvement) sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran proyek ini.
Ketiga, Indonesia perlu memiliki posisi nasional yang jelas terkait dengan program nuklir ini.
Ketiga hal ini, menurut Agus, adalah persyaratan dari International Atomic Energy Agency (IAEA), badan dunia yang memiliki peran besar dalam pengawasan dan pengembangan teknologi nuklir di berbagai negara.
IAEA juga memberikan pedoman dan bantuan untuk memastikan bahwa pembangunan PLTN dilakukan dengan aman dan sesuai standar internasional.
Jika Indonesia berhasil memenuhi persyaratan ini, proyek PLTN pertama di Indonesia akan menjadi tonggak sejarah penting dalam pemanfaatan energi nuklir di negara ini.
Baca Juga: Kabar Gembira! Simak Besaran Kenaikan UMK Tahun 2025 di Wilayah Provinsi Banten
Dengan adanya energi nuklir, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Ke depan, energi nuklir bisa menjadi solusi untuk kebutuhan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






