Zulkifli Hasan: Dapat Anggaran Sebesar Rp39 Triliun, Bulog Harus Beli Beras Petani Dengan Harga Sesuai Ketetapan Pemerintah

AKURAT BANTEN - Pemerintah memastikan stok beras nasional tetap aman dengan mengalokasikan anggaran besar bagi Perum Bulog untuk menyerap hasil panen petani.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa Bulog memiliki total dana Rp39 triliun guna membeli beras dari petani sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Tak Kantongi Izin PBG, Ketum PP Minta Satpol PP Stop Pembangunan Hotel Rose
Zulhas merinci bahwa dana yang siap digunakan saat ini sebesar Rp23 triliun, sementara tambahan Rp16,6 triliun telah disepakati oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Dengan anggaran ini, Bulog ditargetkan bisa menyerap hingga 3 juta ton beras dalam beberapa bulan ke depan.
"Jadi tidak ada alasan Bulog untuk tidak membeli beras petani dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah," tegasnya, Jumat (31/1/2025).
Namun, Zulhas menekankan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Ia menyoroti pentingnya peran semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga level desa, dalam mendukung keberhasilan program ini.
“Kita butuh bantuan semua pihak, dari Menteri Dalam Negeri, gubernur, bupati, camat, sampai ke desa-desa. Sawah itu tersebar luas, jadi kita harus mengawasi dan membantu Bulog agar proses serapan ini berjalan lancar," jelasnya.
Baca Juga: Kebakaran 13 Gudang di Dadap Tangerang, Operasional Bandara Soetta Tak Terganggu
Bulog sendiri memastikan kesiapannya dalam menjalankan tugas besar ini. Mereka akan bekerja keras untuk memenuhi instruksi Presiden Prabowo Subianto, yaitu menyerap 3 juta ton beras hingga April 2025.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas stok beras nasional, tetapi juga melindungi petani dari potensi anjloknya harga gabah di pasaran.
Dengan dukungan anggaran yang kuat dan kolaborasi antara berbagai pihak, pemerintah optimistis target penyerapan beras ini dapat tercapai.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, sehingga pasokan beras tetap terjaga dan harga tetap stabil bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







