Banten

Uya Kuya Ikutan Joget Eko Patrio saat Sidang MPR Tahunan, Seenaknya Gabung Profesi DPR dan Artis

Andi Syafriadi | 21 Agustus 2025, 10:12 WIB
Uya Kuya Ikutan Joget Eko Patrio saat Sidang MPR Tahunan, Seenaknya Gabung Profesi DPR dan Artis

AKURAT BANTEN – Aksi mengejutkan sekaligus mengundang tanda tanya publik terjadi saat Sidang Tahunan MPR pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Sejumlah anggota DPR, termasuk dari Fraksi PAN seperti Surya Utama (alias Uya Kuya) dan Eko Patrio, viral setelah terekam berjoget bersama usai acara Sidang Tahunan MPR selesai digelar.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Segera Tindak Tegas Praktik Bisnis Ilegal WNA di Bali

Video yang beredar memperlihatkan sejumlah anggota DPR tampak santai berjoget mengikuti irama lagu yang dimainkan grup musik taruna dari lembaga pendidikan.

Wakil Ketua DPR, Adies Kadir, mencoba memberi penjelasan bahwa momen joget itu terjadi setelah pidato-pidato kenegaraan selesai, saat suasana sudah lebih rileks dan musik yang dimainkan bernada energik mengundang refleksi, bukan hanya formalitas semata.

Ditanya soal viralnya aksinya, Uya Kuya dengan santai menanggapi, “Lah emang kita artis, kita DPR tapi kita artis,” ia mengakui bahwa meski kini menjabat sebagai wakil rakyat, latar belakangnya sebagai selebritas turut memengaruhi gaya bersikapnya.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti fenomena "ngonten"-nya anggota DPR.

Dengan nada nyaris satire, Uya Kuya berkata, “Gue tanya sekarang, emang ada anggota DPR yang gak ngonten, ada? Semua ngonten. Artis ngonten, netizen juga ngonten,”.

Publik tak tinggal diam. Banyak netizen mencurigai komitmen anggota wakil rakyat saat situasi negara sedang tidak ideal. Sejumlah komentar mencerminkan kekecewaan:

"Uya setelah menjadi anggota DPR, kira-kira di DPR kerjanya apa?"

"Prestasi Uya Kuya sebagai anggota DPR apa sih?"

Baca Juga: DPR Desak BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan hingga Sektor Informal

"Berarti gedung DPR itu dianggap sama dengan panggung hiburan,"

Kritikan ini menggambarkan ketegangan antara citra legislatif yang serius dan citra hiburan yang melekat pada figur seperti Uya Kuya.

Aksi joget tersebut muncul di tengah sorotan lebih luas: kenaikan tunjangan anggota DPR yang sempat ramai dibicarakan.

Beberapa pihak meyakini, momen joget lantaran adanya relaksasi setelah acara resmi, namun sebagian publik menilai itu kurang empatik ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Adies Kadir kemudian menjernihkan kabar soal kenaikan tunjangan: tidak ada kenaikan gaji maupun tunjangan pokok yang terjadi sejak 2010.

Baca Juga: Resmi, DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo untuk Berikan Abolisi kepada Tom Lembong

Anggota DPR hanya menerima tunjangan perumahan sebesar sekitar Rp50 juta sebagai pengganti rumah dinas. Klarifikasi ini disampaikan agar masyarakat tidak keliru menyoroti pendapatan para wakil rakyat.

Kasus joget Uya Kuya cs. menjadi simbol ketegangan antara citra hiburan dan tanggung jawab publik.

Apakah refleksi ringan di tengah drama politik? Atau momen tidak sensitif dalam konteks sosial yang luas?

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.