Takbiran dan Nyepi Berdekatan, Pemerintah Pastikan Perayaan Idul Fitri Tetap Harmonis di Bali

AKURAT BANTEN - Menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah mulai mematangkan berbagai persiapan, termasuk mengantisipasi perayaan keagamaan yang waktunya berdekatan.
Hal ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Menag melaporkan sejumlah hal terkait kesiapan menyambut Idulfitri, salah satunya mengenai pelaksanaan malam takbiran yang berdekatan dengan perayaan Nyepi di Bali.
Baca Juga: THR Pensiunan Tidak Cair Bisa Terjadi Kalau Tidak Lakukan Hal Ini Cepat-cepat, Siap Plonga-plongo?
Menurut Nasaruddin, pemerintah sejak awal telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat di Bali.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan dua perayaan keagamaan tersebut dapat berlangsung dengan tetap menjaga suasana saling menghormati antarumat beragama.
Ia menjelaskan, Hari Nyepi memiliki aturan khusus yang membatasi aktivitas masyarakat, termasuk larangan kebisingan dan penggunaan kendaraan.
Baca Juga: Cara Tukar Uang Baru di Banten Harus Lakukan Ini Dulu, Beda dari Kota Lainnya?
Sementara di waktu yang hampir bersamaan, umat Islam biasanya merayakan malam takbiran sebagai penanda datangnya Idulfitri.
Untuk menghindari potensi gesekan, pemerintah bersama pemangku kepentingan di Bali telah menyepakati pola pelaksanaan takbiran yang menyesuaikan dengan suasana Nyepi.
Kesepakatan tersebut mengatur agar takbiran tetap dapat dilaksanakan, namun tanpa penggunaan pengeras suara dan hanya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 waktu setempat.
Nasaruddin menilai kesepakatan ini menjadi contoh bagaimana toleransi dapat dijaga di tengah perbedaan tradisi dan keyakinan. Menurutnya, kedua perayaan tetap bisa berjalan tanpa mengganggu satu sama lain.
Baca Juga: Disnaker Tangerang Lakukan Pemantauan Intensif terhadap 189 PMI di Timur Tengah
Dalam kesempatan itu, Menag juga menyinggung kemungkinan perbedaan penetapan hari Idulfitri di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut bukan hal baru dan merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam kehidupan beragama di Tanah Air.
Penentuan resmi hari raya nantinya akan diputuskan melalui sidang isbat yang digelar pemerintah menjelang Idulfitri.
Pemerintah, kata Nasaruddin, akan terus mendorong terciptanya suasana rukun dan saling menghormati di tengah masyarakat, terutama saat momentum hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan.
Situasi antara Nyepi dan malam takbiran tahun ini pun dinilai menjadi gambaran nyata bagaimana nilai toleransi dan kebersamaan tetap terjaga dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!






