Banten

Indonesia Dorong Perdamaian Timur Tengah, Sugiono Lakukan Kontak Diplomatik dengan Arab Saudi

Rahmawati Huda | 6 Maret 2026, 14:39 WIB
Indonesia Dorong Perdamaian Timur Tengah, Sugiono Lakukan Kontak Diplomatik dengan Arab Saudi
Menlu RI dan Arab Saudi berdiskusi mendorong diplomasi untuk meredakan konflik yang memanas di Timur Tengah. (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Pemerintah Indonesia terus mendorong jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui komunikasi langsung antara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Keduanya melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada Kamis 5 Februari 2026, seperti dilansir dari jabar.polri.go.id.

Percakapan diplomatik ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat koordinasi dan mencari solusi damai atas konflik yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 93 Libatkan 10 Kendaraan, Tiga Orang Meninggal Dunia

Dalam keterangannya, Sugiono menyampaikan keprihatinan mendalam pemerintah Indonesia terhadap eskalasi konflik yang berpotensi mengancam stabilitas regional maupun global.

Ia menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara sesuai hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Indonesia sangat prihatin terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kami percaya bahwa dialog dan diplomasi harus menjadi jalan utama untuk menurunkan suhu konflik dan menghindari terjadinya perang yang lebih luas,” ujar Sugiono.

Dorong Deeskalasi Konflik

Dalam pembicaraan tersebut, Indonesia juga menegaskan dukungan terhadap berbagai langkah deeskalasi yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan. Sugiono menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi.

Ia juga mendorong agar ruang dialog kembali dibuka guna meredakan ketegangan yang semakin memanas.

Baca Juga: ABK Fandi Ramadhan Akirnya Terbebas dari Hukuman Mati, Hanya Dijatuhi 5 Tahun Penjara

Sugiono menegaskan Indonesia siap berperan aktif dalam proses diplomasi dan mediasi, baik secara bilateral maupun melalui forum multilateral.

“Dalam situasi yang sangat dinamis ini, Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung upaya diplomasi dan mediasi guna mencegah konflik berkepanjangan. Kami percaya bahwa perdamaian adalah solusi terbaik dan kami siap berkontribusi secara konstruktif,” katanya.

Menurutnya, stabilitas Timur Tengah sangat penting tidak hanya bagi negara-negara di kawasan, tetapi juga bagi keamanan global, termasuk stabilitas jalur energi dan perdagangan internasional.

Apresiasi dari Arab Saudi

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut dalam pernyataan resminya. Kedua menteri membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah serta langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk meredakan situasi keamanan di kawasan.

Baca Juga: Upayakan Mediasi Konflik Iran vs AS-Israel, Prabowo Siap Terbang ke Teheran Bersama Pemimpin Pakistan

Arab Saudi juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif diplomasi yang dilakukan Indonesia serta menekankan pentingnya semua pihak kembali ke meja perundingan.

Konflik Memanas Sejak Akhir Februari

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak akhir Februari 2026. Saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target strategis di Iran sebagai respons atas meningkatnya ketegangan.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah sasaran di kawasan Teluk dan sekitarnya. Aksi saling serang tersebut memicu kekhawatiran dunia akan meluasnya konflik dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi global yang banyak melintasi kawasan Timur Tengah.

Dalam konteks tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam diplomasi internasional guna mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Kedua pihak sepakat bahwa dialog dan diplomasi harus terus diperkuat, serta pentingnya menghormati norma-norma internasional dan prinsip keadilan dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: DPRD Lebak Gelar Rakor Penyaluran MBG Selama Ramadan

Kontak diplomatik ini dinilai menjadi langkah awal untuk menekan eskalasi dan mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.