Banten

Profil Dini Yuliani Bukan Orang Sembarangan, Istri Bupati Purwakarta Meninggal Dunia Tinggalkan Banyak Kenangan Baik

Andi Syafriadi | 29 Oktober 2025, 05:50 WIB
Profil Dini Yuliani Bukan Orang Sembarangan, Istri Bupati Purwakarta Meninggal Dunia Tinggalkan Banyak Kenangan Baik

AKURAT BANTEN - Kabar duka datang dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Istri dari Saepul Bahri Binzein bupati terpilih Purwakarta yang akrab disapa Om Zein yaitu Dini Yuliani, meninggal dunia pada Selasa dini hari, 28 Oktober 2025 pukul 03.10 WIB.

Almarhumah Dini Yuliani dikenal sebagai sosok multifaset: pengusaha, politisi, dan aktivis sosial yang cukup berpengaruh di wilayahnya.

Sebelum menjadi pendamping Bupati Purwakarta, ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta periode 2019–2024.

Baca Juga: IDE DEDI MULYADI: Bukan Sekolah Biasa, Kisah Haru dan Taktik 'Keras' TNI Membentuk Karakter Pelajar Bermasalah di Purwakarta

Bersamaan dengan kiprahnya di legislatif, ia juga merintis usaha di bidang ritel dan kuliner yang menunjukkan kemampuan manajerial dan jiwa wirausaha yang kuat.

Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purwakarta dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Purwakarta untuk periode 2025-2030, Dini turut mengambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, keluarga dan anak.

Eksistensinya tidak hanya di balik panggung pemerintahan, melainkan juga dalam aktivitas kesiapsiagaan sosial, kesehatan dasar, dan program kemasyarakatan.

Meski kabar kepergiannya telah diumumkan secara resmi oleh pihak diskominfo Kabupaten Purwakarta dan telah mendapatkan ucapan belasungkawa dari sejumlah pejabat daerah termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, namun hingga kini belum diungkap secara publik penyebab pasti dari meninggalnya beliau.

Baca Juga: Mantan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Ambil Langkah Pindah, Usai Kalah Pilkada Tanpa Dedi Mulyadi

Meskipun Dini Yuliani adalah tokoh publik di Purwakarta dan aktif di Jawa Barat, sosoknya juga menyimpan sejumlah pelajaran penting bagi masyarakat di Provinsi Banten.

Pertama, model kepemimpinan perempuan yang aktif dalam sektor sosial dan pemerintahan dapat menjadi inspirasi untuk perempuan-pemuda di Banten agar aktif mengambil peran publik.

Kedua, kombinasi antara bisnis, politik dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh Dini menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan lewat banyak kanal usaha, legislatif, dan kegiatan kemasyarakatan yang sebenarnya bisa diterapkan juga di level lokal Banten.

Contohnya, sekolah, organisasi perempuan atau komunitas pemuda di Banten bisa mencontoh bagaimana Dini membaur antara bisnis dan sosial.

Baca Juga: Pria Predator 9 Anak SD Dijadikan Korban Pemuas Nafsu, Diamankan Polres Purwakarta

Mendirikan usaha, lalu menjadikan usahanya juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.

Demikian pula partisipasinya dalam kegiatan PKK dan Posyandu menunjukkan bahwa leadership lokal memerlukan keterlibatan aktif, bukan hanya simbol administratif.

Kepergian beliau pada awal masa jabatan suami sebagai Bupati (periode 2025–2030) menjadi duka bagi keluarga besar Purwakarta dan turut menggugah rasa empati dari daerah tetangga, termasuk di Banten.

Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka di Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, sebelum dikebumikan di TPU Kampung Genggereng, Desa Salem.

Baca Juga: ROTASI JABATAN MENDADAK DI SERANG DIKRITIK TAJAM DPRD, WAKIL BUPATI NAJIB HAMAS ANGKAT BICARA: Ini Bukan Soal Kompetensi, Tapi Re-engineering Sosial!

Bagi masyarakat yang mengenal sosoknya, diharapkan nilai-nilai yang dibawa oleh Dini kepedulian, keberanian mengambil banyak peran, dan jiwa sosial akan terus hidup dalam aktivitas komunitas.

Di Banten, komunitas perempuan, pelaku usaha mikro, atau Pemuda yang aktif bisa menjadikan kiprah beliau sebagai teladan bagaimana memadukan usaha dengan kepedulian sosial.

Kepergian Dini Yuliani adalah kehilangan yang dirasakan tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang menyaksikan kiprah beliau.

Sosok yang bukan sekadar pendamping pejabat publik, tetapi juga aktor aktif dalam pemberdayaan masyarakat, bisnis dan politik membawa pesan kuat bahwa kontribusi publik bisa dilakukan dalam berbagai dimensi.

Baca Juga: LPPD Provinsi Banten Soroti Kesenjangan Sosial, Desak Bupati Tangerang Tinjau Ulang Tunjangan Pegawai RSUD dan Bapenda

Bagi pembaca AKURAT BANTEN, mari kita mengenang beliau dengan menghargai nilai-nilai yang diwakilinya

Kepedulian sosial, kemitraan dengan masyarakat, dan keberanian mengambil peran publik.

Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik, dan semangatnya terus menginspirasi generasi aktor perubahan di Banten maupun Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.