Banten

Harga Perak NAIK Tiba-tiba November 2025, Ikutan Jadi Investasi Jangka Panjang Selain Pakai Emas Antam

Andi Syafriadi | 15 November 2025, 05:44 WIB
Harga Perak NAIK Tiba-tiba November 2025, Ikutan Jadi Investasi Jangka Panjang Selain Pakai Emas Antam

AKURAT BANTEN - Memasuki pertengahan November 2025, harga per gram logam mulia perak di Indonesia kembali mencuri perhatian investor setelah menembus kisaran tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data historis menunjukkan bahwa perak yang pada awal Oktober masih berada di kisaran Rp 26.000-an per gram, kini telah naik signifikan hingga menembus level sekitar Rp 28.000 per gram.

Pada tanggal sekitar 12 November, misalnya, harga perak batangan merek PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat mencapai sekitar Rp 27.464 per gram.

Data riwayat menunjukkan bahwa di bulan November bagian awal harga sempat berada di angka rendah sekitar Rp 25.327 per gram, kemudian melonjak ke atas Rp 28.000 per gram.

Baca Juga: Benarkah Harga Emas Antam Logam Mulia Rp42 Ribu Per Gram, Cek Faktanya di Sini

Kenaikan ini dilatar-belakangi oleh sejumlah faktor global dan domestik.

Pertama, meningkatnya permintaan internasional untuk logam mulia sebagai aset lindung nilai (hedge) meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut mendorong harga logam mulia dalam rupiah naik harga perak dalam USD relatif sama, namun konversinya ke rupiah menjadi lebih mahal.

Ketiga, prospek meningkatnya permintaan perak untuk industri termasuk elektronik dan energi terbarukan menjadi salah satu pendorong naiknya “harga spot” perak.

Baca Juga: Warga Karawaci Kota Tangerang, Tukar Sampah dengan Logam Mulia di Bank Sampah Patung Rusa

Sementara itu, faktor teknis seperti aksi spekulasi oleh investor institusional juga disebut memberi kontribusi.

Investor lokal mulai bereaksi. Banyak yang melihat bahwa dengan harga yang masih lebih terjangkau dibandingkan emas murni, perak menjadi alternatif menarik untuk diversifikasi portofolio logam mulia.

Namun demikian, kenaikan yang cepat juga menimbulkan risiko koreksi. Beberapa analis menyarankan hati-hati karena harga yang telah melonjak cukup tajam berpotensi mengalami retracement (penurunan kembali).

Dari sisi domestik, pasar logam mulia di Indonesia juga merasakan dinamika ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rekor Tertinggi, Lonjakan Harga Logam Mulia yang Mengguncang Pasar

Beberapa pedagang batangan perak melaporkan lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir, terutama untuk pecahan kecil (1 gram, 5 gram).

Sementara itu, produk ukuran besar seperti 250 gram atau 500 gram juga mengalami penyesuaian harga yang signifikan.

Sebagai gambaran, meski data persis untuk 15 November belum lengkap, namun diperkirakan harga perak batangan sudah berada di kisaran menjelang angka Rp 28.000 per gram atau sedikit lebih tinggi.

Bagi investor yang tertarik, beberapa poin penting perlu diperhatikan.

Baca Juga: Update Harga Emas Logam Mulia Kembali Merosot, Pada Selasa, 8 April 2025

Pertama, perak cenderung lebih fluktuatif dibandingkan emas karena perannya yang ganda sebagai investasi dan komoditas industri.

Kedua, likuiditas untuk perak batangan masih lebih terbatas dibandingkan emas batangan merek besar, sehingga spread (selisih antara beli dan jual kembali) bisa lebih tinggi.

Ketiga, faktor kurs rupiah dan kondisi global seperti suku bunga AS atau kebijakan bank sentral bisa segera mempengaruhi arah harga.

Kesimpulannya, lonjakan harga perak hari ini mencerminkan kondisi pasar yang semakin “tertarik” terhadap logam mulia selain emas.

Baca Juga: Penyidik Kejagung Tetapkan Eks General Manager PT Antam Sebagai Tersangka Korupsi Penjualan Logam Mulia

Namun bagi investor di wilayah Banten dan sekitarnya termasuk Surakarta yang tak jauh penting untuk melakukan riset dan mempertimbangkan timing pembelian serta kondisi likuiditas sebelum terjun.

Jika Anda mempertimbangkan membeli perak saat ini, lakukan pembelian pada pedagang resmi, pastikan kemurnian tercatat, dan siapkan strategi jangka panjang agar dapat menghadapi volatilitas yang mungkin terjadi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.