Banten

Digugat Amien Rais Menkomdigi Angkat Bicara, Polemik Pernyataan soal Prabowo Makin Memanas

Aullia Rachma Puteri | 3 Mei 2026, 12:06 WIB
Digugat Amien Rais Menkomdigi Angkat Bicara, Polemik Pernyataan soal Prabowo Makin Memanas
MENKOMDIGI MULAI TEMPUH JALUR HUKUM SOAL UCAPAN AMIEN RAIS

AKURAT BANTEN - Kontroversi politik kembali mencuat setelah Amien Rais melayangkan gugatan terhadap Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Gugatan tersebut berkaitan dengan pernyataan Meutya yang menyinggung konten video Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto.

Merespons langkah hukum tersebut, Meutya Hafid menegaskan bahwa pernyataannya merupakan bagian dari upaya menjaga ruang digital tetap kondusif.

Ia menyebut komentar yang disampaikannya bukan ditujukan secara personal, melainkan sebagai bentuk sikap pemerintah terhadap konten yang dianggap bermasalah.

Baca Juga: Video Viral Amien Rais Soal Prabowo-Teddy Dihapus, Komdigi Sebut Fitnah dan Berisi Ujaran Kebencian

Sebelumnya, Amien Rais mengunggah sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terdapat pernyataan yang menyinggung hubungan Presiden Prabowo dengan Teddy Indra Wijaya.

Narasi dalam video itu memicu polemik karena dinilai mengandung tuduhan serius tanpa bukti yang jelas.

Kementerian Komunikasi dan Digital menilai isi konten tersebut berpotensi melanggar aturan yang berlaku di ruang digital.

Baca Juga: Viral! Amien Rais Kritik Kedekatan Prabowo dan Seskab Teddy, Singgung Kisah Nabi Luth dan Kepercayaan Publik

Pemerintah menyebut ada unsur informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, bahkan berpotensi mengarah pada fitnah serta ujaran kebencian.

Hal inilah yang kemudian menjadi dasar pernyataan Meutya Hafid yang kini dipermasalahkan secara hukum.

Menurut Meutya, kebebasan berekspresi tetap harus dijaga, namun tidak boleh disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang merugikan pihak lain.

Ia menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, terutama di era digital di mana informasi dapat dengan cepat menyebar luas dan memengaruhi opini publik.

Baca Juga: Makin Memanas! Teddy Pardiyana Lawan Balik Tudingan Serakah: Kami Tak Menuntut Warisan!

Terkait gugatan yang diajukan Amien Rais, pemerintah menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.

Meutya juga membuka kemungkinan adanya langkah lanjutan terhadap pihak-pihak yang dianggap turut menyebarkan konten serupa, sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Di tengah polemik tersebut, video yang menjadi sumber perdebatan diketahui sudah tidak lagi tersedia di platform awalnya.

Meski demikian, dampaknya masih terasa, terutama dalam memicu diskusi luas mengenai batasan kebebasan berbicara di ruang publik.

Kasus ini pun menarik perhatian berbagai kalangan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Birokrat: Seskab Teddy Indra Wijaya dan Fenomena 'Empathetic Governance' yang Mengguncang Panggung Politik

Sebagian pihak menilai langkah pemerintah diperlukan untuk menjaga kualitas informasi di ruang digital.

Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan agar penegakan aturan tidak sampai membatasi kritik dan kebebasan berpendapat.

Peristiwa ini mencerminkan tantangan besar dalam mengelola arus informasi di era digital.

Di satu sisi, negara dituntut hadir untuk menjaga ketertiban, sementara di sisi lain kebebasan berekspresi juga harus tetap dilindungi.

Baca Juga: Sosok 4 Ajudan Baru Presiden Prabowo Subianto Pengganti Mayor Teddy Indra Wijaya, Dan Fungsinya

Hingga kini, proses hukum antara kedua pihak masih berlangsung.

Publik menantikan bagaimana penyelesaian kasus ini, yang dinilai dapat menjadi tolok ukur dalam menangani sengketa terkait konten digital di Indonesia ke depan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.