Dulu Lawan Orba, Kini UGM Dituding Bonjowi Malah Lindungi Rezim Jokowi, Ada Apa?

AKURAT BANTEN– Sejarah mencatat Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu motor penggerak reformasi 1998 yang menumbangkan rezim Orde Baru.
Namun kini, sebuah narasi mengejutkan muncul dari lingkaran alumninya sendiri.
Kelompok Bonjowi (Bocah Njawi) secara terang-terangan melontarkan tudingan bahwa UGM telah berubah haluan menjadi "benteng pertahanan" bagi rezim Presiden Joko Widodo.
Tudingan ini memicu pertanyaan besar di benak publik:
Apakah sang Kampus Kerakyatan masih memegang teguh idealismenya, ataukah ia telah terjebak dalam romantisme kekuasaan sang alumni istimewa?
Baca Juga: Heboh Isu Dana 5 Miliar, Rismon Sianipar Dalam Bidikan Bareskrim? Ini Fakta Terbaru!
Ironi Sang "Rahim Reformasi"
Bonjowi melihat adanya pergeseran paradigma yang sangat kontras di tubuh UGM.
Jika pada 1998 UGM berdiri paling depan melawan pemusatan kekuasaan, saat ini institusi tersebut dianggap cenderung "dingin" atau bahkan terkesan memaklumi berbagai kebijakan kontroversial pemerintah.
"Kami merasakan ada upaya sistematis dari struktur kampus untuk 'pasang badan' menjaga citra Jokowi," ujar juru bicara Bonjowi.
Mereka menyoroti bagaimana suara-suara kritis dari internal kampus—baik dari mahasiswa maupun dosen—seringkali diredam atau dianulir oleh narasi resmi yang lebih lunak terhadap pemerintah.
UGM seharusnya menjadi rumah bagi kebenaran yang tidak memihak, bukan justru menjadi tirai yang menutupi kekurangan kekuasaan. Membela alumni secara membabi buta adalah pengkhianatan terhadap semangat reformasi yang dulu diperjuangkan dengan darah dan air mata di jalanan Yogyakarta. — Pernyataan Sikap Bonjowi
Mengapa Publik Merasa Gelisah?
Keresahan Bonjowi bukan tanpa alasan. Ada tiga poin krusial yang membuat isu ini meledak di media sosial dan menjadi perhatian nasional:
Beban Moral sebagai Almamater: Sebagai tempat Jokowi menimba ilmu, UGM memikul beban moral. Publik mengekspektasi UGM menjadi kritikus paling jujur bagi Jokowi, bukan pendukung paling setia.
Ruang Akademik yang Menyempit: Muncul kekhawatiran bahwa kebebasan berpendapat di dalam kampus mulai terintervensi oleh kepentingan politik praktis.
Memori Kolektif 1998: Masyarakat membandingkan keberanian tokoh-tokoh UGM di masa lalu dengan sikap "diam" atau "membela" yang ditunjukkan oleh elit kampus saat ini.
Ada Apa di Balik Sikap UGM?
Banyak pihak bertanya-tanya, apakah ini murni bentuk loyalitas terhadap alumni, atau ada pengaruh struktur kekuasaan yang sudah terlalu masuk ke dalam ranah akademik?
Bonjowi mendesak agar UGM segera melakukan refleksi mendalam dan kembali ke khitahnya sebagai pengontrol sosial.
Tudingan ini seolah menjadi "tamparan keras" bagi civitas akademika UGM di tengah situasi politik nasional yang kian memanas menjelang transisi kepemimpinan.
Baca Juga: Tembus Rekor! 25 Kali Roy Suryo Bolak-Balik Polda, Kuasa Hukum: Semua Gara-gara Jokowi!
Mengembalikan Marwah Gadjah Mada
Jika UGM tetap diam terhadap tudingan ini, maka stigma sebagai "pelindung rezim" akan sulit dilepaskan.
Publik tidak butuh kampus yang pandai berdiplomasi; publik butuh kampus yang berani mengatakan salah jika memang salah, meski itu terhadap alumninya sendiri.
Pertanyaannya sekarang, akankah UGM menjawab tantangan Bonjowi ini dengan aksi nyata, atau justru semakin memperkokoh posisinya sebagai perisai kekuasaan? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







