Heboh Pesawat Garuda dari Jeddah Terjebak 4,5 Jam di Langit India, Ternyata Ini Penyebabnya

AKURAT BANTEN - Penerbangan Garuda Indonesia rute Jeddah menuju Medan mengalami keterlambatan ekstrem setelah pesawat harus berputar-putar di wilayah udara India selama berjam-jam.
Kondisi tersebut dipicu penutupan sebagian ruang udara oleh otoritas setempat untuk kepentingan aktivitas militer.
Insiden itu terjadi saat pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA4208 sedang membawa penumpang dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Pesawat jenis Airbus A330-900neo tersebut semula dijadwalkan menempuh perjalanan normal dengan durasi sekitar delapan jam.
Baca Juga: Geger Iran Dikabarkan Luluhlantakkan Aset Militer AS, Pesawat Mata-Mata E-3 Sentry Jadi Korban
Namun ketika memasuki kawasan udara di sekitar India bagian selatan, pesawat tidak dapat langsung melanjutkan jalur penerbangan.
Awak pesawat kemudian melakukan holding atau pola terbang memutar sambil menunggu izin melintas dari otoritas penerbangan setempat.
Durasi penahanan di udara itu tidak sebentar.
Pesawat dilaporkan harus berada di area udara India selama kurang lebih 4,5 jam sebelum akhirnya memperoleh izin melanjutkan penerbangan menuju Medan.
Akibat kondisi tersebut, total waktu perjalanan membengkak drastis menjadi lebih dari 12 jam.
Situasi ini pun memicu perhatian publik, terutama di media sosial, setelah data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat sempat berputar cukup lama di area yang sama.
Belakangan diketahui bahwa penyebab utama kejadian itu berkaitan dengan pembatasan ruang udara untuk kebutuhan militer India.
Pemerintah setempat disebut sedang melakukan uji coba rudal balistik sehingga sejumlah jalur penerbangan internasional harus ditutup sementara.
Baca Juga: WHO Kejar Jejak Hantavirus hingga Pesawat Penumpang, Puluhan Orang dalam Pengawasan Ketat
Penutupan area udara dalam skala besar membuat sejumlah maskapai harus melakukan penyesuaian rute.
Namun dalam kasus penerbangan Garuda tersebut, pesawat akhirnya memilih menunggu di udara hingga jalur kembali dinyatakan aman untuk dilintasi.
Peristiwa ini juga menimbulkan sorotan terhadap dampak operasional yang harus ditanggung maskapai.
Tambahan waktu terbang hingga berjam-jam tentu berdampak pada konsumsi bahan bakar yang meningkat cukup besar.
Selain persoalan biaya, penumpang juga harus menghadapi perjalanan jauh lebih lama dari jadwal semula.
Meski demikian, penerbangan dilaporkan tetap berlangsung aman hingga pesawat akhirnya mendarat di Bandara Kualanamu, Medan.
Insiden ini menjadi gambaran bagaimana kebijakan penutupan ruang udara suatu negara dapat memengaruhi penerbangan internasional secara luas.
Aktivitas militer maupun pengujian persenjataan sering kali memaksa maskapai melakukan pengalihan jalur atau bahkan menunggu di udara demi alasan keselamatan penerbangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









