Banten

Heboh Pesawat Garuda dari Jeddah Terjebak 4,5 Jam di Langit India, Ternyata Ini Penyebabnya

Aullia Rachma Puteri | 11 Mei 2026, 13:24 WIB
Heboh Pesawat Garuda dari Jeddah Terjebak 4,5 Jam di Langit India, Ternyata Ini Penyebabnya
pesawat garuda terjebak di langit india karena rudal

AKURAT BANTEN - Penerbangan Garuda Indonesia rute Jeddah menuju Medan mengalami keterlambatan ekstrem setelah pesawat harus berputar-putar di wilayah udara India selama berjam-jam.

Kondisi tersebut dipicu penutupan sebagian ruang udara oleh otoritas setempat untuk kepentingan aktivitas militer.

Insiden itu terjadi saat pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA4208 sedang membawa penumpang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Pesawat jenis Airbus A330-900neo tersebut semula dijadwalkan menempuh perjalanan normal dengan durasi sekitar delapan jam.

Baca Juga: Geger Iran Dikabarkan Luluhlantakkan Aset Militer AS, Pesawat Mata-Mata E-3 Sentry Jadi Korban

Namun ketika memasuki kawasan udara di sekitar India bagian selatan, pesawat tidak dapat langsung melanjutkan jalur penerbangan.

Awak pesawat kemudian melakukan holding atau pola terbang memutar sambil menunggu izin melintas dari otoritas penerbangan setempat.

Durasi penahanan di udara itu tidak sebentar.

Pesawat dilaporkan harus berada di area udara India selama kurang lebih 4,5 jam sebelum akhirnya memperoleh izin melanjutkan penerbangan menuju Medan.

Baca Juga: Pesawat Militer Amerika Serikat Jatuh di Selat Hormuz? Hilang Kontak di Tengah Memanasnya Konflik Iran vs AS

Akibat kondisi tersebut, total waktu perjalanan membengkak drastis menjadi lebih dari 12 jam.

Situasi ini pun memicu perhatian publik, terutama di media sosial, setelah data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat sempat berputar cukup lama di area yang sama.

Belakangan diketahui bahwa penyebab utama kejadian itu berkaitan dengan pembatasan ruang udara untuk kebutuhan militer India.

Pemerintah setempat disebut sedang melakukan uji coba rudal balistik sehingga sejumlah jalur penerbangan internasional harus ditutup sementara.

Baca Juga: WHO Kejar Jejak Hantavirus hingga Pesawat Penumpang, Puluhan Orang dalam Pengawasan Ketat

Penutupan area udara dalam skala besar membuat sejumlah maskapai harus melakukan penyesuaian rute.

Namun dalam kasus penerbangan Garuda tersebut, pesawat akhirnya memilih menunggu di udara hingga jalur kembali dinyatakan aman untuk dilintasi.

Peristiwa ini juga menimbulkan sorotan terhadap dampak operasional yang harus ditanggung maskapai.

Tambahan waktu terbang hingga berjam-jam tentu berdampak pada konsumsi bahan bakar yang meningkat cukup besar.

Baca Juga: Iran Berhasil Tembak Jatuh Jet Siluman Canggih F-35E Skuadron Elite Angkatan Udara AS dan Diduga Pilot Pesawat Berhasil Ditangkap

Selain persoalan biaya, penumpang juga harus menghadapi perjalanan jauh lebih lama dari jadwal semula.

Meski demikian, penerbangan dilaporkan tetap berlangsung aman hingga pesawat akhirnya mendarat di Bandara Kualanamu, Medan.

Insiden ini menjadi gambaran bagaimana kebijakan penutupan ruang udara suatu negara dapat memengaruhi penerbangan internasional secara luas.

Aktivitas militer maupun pengujian persenjataan sering kali memaksa maskapai melakukan pengalihan jalur atau bahkan menunggu di udara demi alasan keselamatan penerbangan.

Baca Juga: 2 Orang Tewas, Polisi Duga KKB Batalion Kanibal Pimpinan Elkius Kobak Dalang Penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.