Prabowo Kaget Jumlah BUMN Tembus Ribuan, 800 Perusahaan Terancam Ditutup demi Hemat Triliunan
AKURAT BANTEN – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah untuk melakukan penataan besar-besaran terhadap badan usaha milik negara (BUMN).
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghentikan operasional ratusan perusahaan negara yang dinilai tidak lagi efektif dan terus membebani keuangan negara.
Dalam keterangannya, Prabowo mengaku terkejut setelah mengetahui jumlah perusahaan yang berada di bawah naungan BUMN mencapai lebih dari seribu entitas.
Menurutnya, tidak semua perusahaan tersebut berada dalam kondisi sehat dan mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi negara.
Baca Juga: Dony Oskaria Pastikan Karyawan PT INTI Tetap Aman di Tengah Proses Penataan BUMN
Karena itu, pemerintah mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan yang selama ini mengalami kerugian berkepanjangan.
Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan perusahaan mana yang masih layak dipertahankan dan mana yang perlu dihentikan operasionalnya.
Prabowo menyebut langkah penataan ini bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan negara, melainkan bagian dari upaya menciptakan tata kelola yang lebih efisien.
Ia menilai negara tidak boleh terus mengeluarkan biaya untuk mempertahankan perusahaan yang tidak produktif dan tidak memiliki prospek yang jelas.
Baca Juga: Tangis Haru Kakek Mujiran Bebas, Intervensi Tegas Kepala BP BUMN Runtuhkan Kekakuan Hukum!
Menurutnya, selama ini banyak perusahaan yang tetap berjalan meskipun terus mengalami kerugian.
Kondisi tersebut membuat negara harus menanggung berbagai beban operasional, mulai dari biaya administrasi hingga pengeluaran untuk jajaran manajemen perusahaan.
Pemerintah bahkan telah lebih dahulu menutup ratusan perusahaan yang dianggap tidak lagi memberikan manfaat ekonomi.
Kebijakan tersebut disebut menghasilkan penghematan yang cukup besar karena berbagai biaya yang sebelumnya harus ditanggung negara dapat dihentikan.
Baca Juga: Tuntutan Berat Prajurit TNI dalam Kasus Pembunuhan Kepala Bank BUMN Gegerkan Publik
Ke depan, jumlah perusahaan yang akan ditutup diperkirakan bisa mencapai sekitar 800 entitas.
Pemerintah meyakini langkah tersebut dapat mengurangi pemborosan anggaran dalam jumlah yang sangat signifikan.
Prabowo menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran negara harus dimanfaatkan secara efektif.
Oleh sebab itu, perusahaan yang tidak memiliki kinerja baik dan terus bergantung pada dukungan keuangan negara perlu dievaluasi secara serius.
Baca Juga: Danantara Bersiap Buka Peluang Investor Usai 100 Hotel BUMN Dikonsolidasikan
Selain menutup perusahaan yang merugi, pemerintah juga berupaya memperkuat BUMN yang masih memiliki potensi berkembang.
Fokusnya adalah meningkatkan produktivitas, memperbaiki tata kelola, serta memastikan perusahaan negara mampu memberikan keuntungan dan pelayanan yang lebih baik.
Langkah restrukturisasi ini juga diharapkan dapat mendorong BUMN menjadi lebih kompetitif dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Dengan jumlah perusahaan yang lebih ramping, pengawasan dan pengelolaan dinilai akan menjadi lebih efektif.
Baca Juga: Danantara Bersiap Buka Peluang Investor Usai 100 Hotel BUMN Dikonsolidasikan
Meski demikian, pemerintah memastikan setiap keputusan akan dilakukan melalui proses kajian yang matang.
Aspek tenaga kerja, pelayanan publik, hingga dampak ekonomi akan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.
Prabowo menilai reformasi BUMN merupakan salah satu kunci untuk menciptakan pengelolaan aset negara yang lebih sehat.
Dengan mengurangi beban perusahaan yang tidak produktif, anggaran yang sebelumnya terserap dapat dialihkan ke sektor yang lebih strategis dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, pemerintah optimistis penghematan yang diperoleh bisa mencapai nilai triliunan rupiah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







