Banten

Eko Kuntadhi Lempar Prediksi Mengejutkan, Pilpres 2029 Disebut Bisa Tak Digelar

Aullia Rachma Puteri | 29 Juni 2026, 07:14 WIB
Eko Kuntadhi Lempar Prediksi Mengejutkan, Pilpres 2029 Disebut Bisa Tak Digelar
Eko Kuntadhi menilai Pilpres 2029 berpotensi tidak terlaksana

AKURAT BANTEN – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyampaikan pandangannya terkait kemungkinan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Menurutnya, dinamika politik yang berkembang saat ini dapat memengaruhi jalannya agenda demokrasi apabila diikuti dengan kondisi ekonomi yang memburuk.

Pernyataan tersebut disampaikan Eko dalam sebuah diskusi yang kemudian menjadi perhatian publik.

Ia menilai situasi politik nasional saat ini memperlihatkan meningkatnya persaingan di kalangan elite yang berpotensi memunculkan ketidakstabilan apabila tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Jokowi Tidak Restui Gibran Maju Pilpres 2029, Tak Percaya Kemampuan Anak Sendiri?

Menurut Eko, persoalan politik akan menjadi lebih serius ketika berlangsung bersamaan dengan tekanan ekonomi.

Kombinasi kedua faktor tersebut, kata dia, dapat memicu krisis yang berdampak luas terhadap jalannya pemerintahan maupun kehidupan masyarakat.

Berdasarkan analisisnya, Eko berpendapat bahwa dalam situasi tertentu agenda Pilpres 2029 bisa saja mengalami perubahan.

Namun, ia menegaskan hal tersebut merupakan kemungkinan yang muncul dari pembacaannya terhadap kondisi politik, bukan sebuah kepastian.

Baca Juga: Polemik Larangan Keluarga Presiden di Pilpres, PSI Nilai Diskriminatif: Negara Harus Lindungi Semua Hak Warga

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak apabila konflik politik terus meningkat.

Menurutnya, stabilitas nasional harus tetap dijaga agar berbagai agenda kenegaraan dapat berjalan sesuai rencana.

Pernyataan Eko muncul di tengah ramainya pembahasan mengenai arah politik Indonesia menuju 2029.

Berbagai isu mengenai hubungan antar tokoh politik, konsolidasi kekuasaan, hingga dinamika pemerintahan terus menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Iran Akan Gelar Pilpres pada 28 Juni, Siapakah Sosok Pengganti Presiden Ebrahim Raisi?

Meski demikian, hingga kini belum ada informasi resmi dari pemerintah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), maupun lembaga negara lainnya yang mengindikasikan adanya perubahan jadwal penyelenggaraan Pemilu atau Pilpres 2029.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Dasar 1945, pemilihan presiden dilaksanakan setiap lima tahun sebagai bagian dari mekanisme demokrasi.

Perubahan terhadap pelaksanaan pemilu hanya dapat dilakukan melalui prosedur konstitusional yang berlaku.

Karena itu, pandangan yang disampaikan Eko Kuntadhi masih sebatas opini dan analisis politik pribadi.

Baca Juga: Komandan TKN Prabowo-Gibran Optimis Menang Satu Putaran Pada Pilpres 2024

Pelaksanaan Pilpres 2029 tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku selama tidak ada perubahan yang ditetapkan melalui mekanisme resmi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.