Banten

Survei SMRC Bikin Kejutan, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dalam Simulasi Pilpres 2029

Aullia Rachma Puteri | 30 Juli 2026, 04:52 WIB
Survei SMRC Bikin Kejutan, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dalam Simulasi Pilpres 2029
Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo dalam simulasi Pilpres 2029

AKURAT BANTEN – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menghadirkan kejutan dalam peta politik nasional.

Dalam simulasi pemilihan presiden yang hanya mempertemukan dua nama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperoleh tingkat keterpilihan lebih tinggi dibanding Presiden Prabowo Subianto.

Dalam simulasi tersebut, Dedi Mulyadi meraih dukungan mayoritas responden, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua.

Temuan ini menjadi perhatian karena memperlihatkan adanya perubahan preferensi publik terhadap figur yang diproyeksikan memiliki peluang pada Pemilihan Presiden 2029.

Baca Juga: Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi, Sebut Bisa Picu Anarki

SMRC menjelaskan bahwa hasil tersebut berasal dari skenario head to head, sehingga hanya menggambarkan pilihan responden apabila kontestasi diikuti oleh dua tokoh tersebut.

Hasil itu tidak dapat diartikan sebagai prediksi akhir karena proses menuju Pilpres masih cukup panjang.

Meningkatnya elektabilitas Dedi Mulyadi dinilai tidak terlepas dari tingginya popularitasnya setelah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Berbagai kebijakan dan aktivitasnya yang kerap menjadi perhatian publik disebut ikut mendongkrak tingkat pengenalan maupun tingkat kesukaan masyarakat terhadap dirinya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Respons Kritik Yusril soal Sayembara Tangkap Begal, Singgung Risiko Main Hakim Sendiri

Di sisi lain, Prabowo Subianto tetap menjadi salah satu tokoh nasional dengan tingkat elektabilitas yang tinggi.

Sebagai presiden yang sedang menjabat, dinamika penilaian publik terhadap pemerintah juga berpotensi memengaruhi hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga.

Pengamat politik menilai hasil survei seperti ini sebaiknya dipahami sebagai gambaran opini publik pada waktu tertentu.

Elektabilitas tokoh politik sangat mungkin berubah seiring perkembangan situasi ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga munculnya figur baru menjelang masa pencalonan.

Baca Juga: Dendam dan Sadisme 3 Tahun Berakhir! Penyekap Wanita hingga Buta Ditangkap, Dedi Mulyadi Minta Hukum Setimpal

Selain itu, Pilpres 2029 diperkirakan masih akan menghadirkan lebih dari dua kandidat.

Karena itu, simulasi dua nama hanya menunjukkan salah satu kemungkinan konfigurasi yang digunakan lembaga survei untuk mengukur preferensi masyarakat.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Dedi Mulyadi maupun Prabowo Subianto terkait hasil survei tersebut.

Namun, temuan SMRC kembali menambah daftar survei yang menunjukkan semakin ketatnya persaingan figur-figur yang diperkirakan akan menjadi kandidat potensial pada pemilihan presiden mendatang.

Baca Juga: Parung Panjang Berdarah Lagi! Warga Tangerang Tewas Tergilas, Dedi Mulyadi: Nyawa Rakyat Bukan Tumbal Tambang!

Meski demikian, penentuan calon presiden tetap berada di tangan partai politik atau gabungan partai politik sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pilihan masyarakat masih dapat berubah mengikuti perkembangan politik nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan waktu yang masih panjang menuju Pilpres 2029, hasil survei ini menjadi indikator awal mengenai arah preferensi publik.

Perubahan elektabilitas masih sangat mungkin terjadi seiring dinamika politik, kebijakan pemerintah, serta strategi yang akan ditempuh masing-masing tokoh.

Baca Juga: BREAKING NEWS JABAR: Dedi Mulyadi Bertindak! Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Demi Cegah Bencana Mengerikan 

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.