Soenarko Singgung Dugaan Ada Pihak yang Lindungi Jokowi dalam Polemik Ijazah, Ini Pernyataannya

AKURAT BANTEN – Purnawirawan Mayor Jenderal TNI Soenarko kembali menyampaikan pandangannya mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam pernyataannya, ia mengklaim bahwa terdapat sejumlah pihak yang disebut memberikan perlindungan kepada Jokowi sehingga isu tersebut dinilai sulit berkembang ke tahap penyelesaian hukum.
Menurut Soenarko, pihak yang disebut memberikan perlindungan berasal dari berbagai kalangan.
Ia menyebut adanya dugaan keterlibatan tokoh dalam negeri, unsur aparat, hingga pihak asing.
Namun, dalam pernyataannya ia tidak mengungkap identitas maupun bukti yang dapat mendukung klaim tersebut.
Ia juga berpendapat bahwa polemik ijazah memiliki kaitan dengan persoalan yang lebih luas.
Menurutnya, isu tersebut tidak hanya menyangkut keaslian dokumen, tetapi juga dianggap berkaitan dengan pertanggungjawaban hukum terhadap sejumlah kebijakan pada masa pemerintahan sebelumnya.
Meski demikian, seluruh pernyataan yang disampaikan Soenarko masih berupa klaim pribadi dan belum diuji melalui proses peradilan.
Baca Juga: Alumni UGM Balik Tantangan Penuding Ijazah Jokowi Palsu 'Bagian Mana yang Dipersoalkan?'
Hingga saat ini belum ada putusan pengadilan maupun keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang membenarkan tuduhan mengenai adanya pihak-pihak yang melindungi Jokowi sebagaimana disebutkan.
Di sisi lain, polemik mengenai ijazah Jokowi telah berlangsung selama beberapa tahun dan beberapa kali masuk ke ranah hukum.
Berbagai gugatan, laporan, hingga perkara pidana terkait isu tersebut masih diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya juga telah beberapa kali menyampaikan bahwa Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan dan data akademiknya tercatat dalam arsip resmi universitas.
Baca Juga: Rustam Effendi Klaim Tahu Sosok Pembuat Ijazah Jokowi, Sebut Dokumen Dibuat Tahun 2012
Sementara itu, tim kuasa hukum Jokowi secara konsisten membantah berbagai tuduhan mengenai dugaan ijazah palsu dan memilih menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan fitnah.
Sejumlah pakar hukum mengingatkan bahwa setiap tuduhan harus didasarkan pada alat bukti yang sah.
Klaim yang berkembang di ruang publik tidak dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum dibuktikan melalui proses penyelidikan, penyidikan, maupun persidangan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi terbaru dari Joko Widodo terkait pernyataan Soenarko.
Baca Juga: Hari Ini! Putusan Sela dr. Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Resmi Diketok!
Begitu pula institusi yang disebut dalam klaim tersebut belum memberikan pernyataan yang membenarkan adanya keterlibatan sebagaimana disampaikan.
Publik pun diimbau menyikapi informasi yang beredar secara kritis dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Kepastian mengenai berbagai tuduhan dalam polemik ijazah Jokowi pada akhirnya akan ditentukan melalui proses hukum yang sedang berjalan, bukan berdasarkan klaim sepihak di ruang publik.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 95 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026
- 10Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana







