Banten

Ijazah S1 Jokowi Disebut Tidak Ada, Klaim Akademisi Ini Malah Buka Perdebatan Baru

Aullia Rachma Puteri | 13 Agustus 2026, 22:03 WIB
Ijazah S1 Jokowi Disebut Tidak Ada, Klaim Akademisi Ini Malah Buka Perdebatan Baru
polemik ijazah jokowi yang tidak rampung

AKURAT BANTEN – Polemik mengenai ijazah S1 Joko Widodo kembali menjadi sorotan.

Kali ini, akademisi Ali Syarief menyampaikan kesimpulan kontroversial mengenai keberadaan ijazah sarjana Presiden ke-7 RI tersebut.

Ali menilai persoalan ijazah Jokowi telah berkembang dari sekadar perdebatan mengenai dokumen menjadi persoalan hukum.

Ia berpendapat bahwa karena dokumen asli tersebut dinilai belum diperlihatkan kepada publik, muncul pertanyaan mengenai keberadaannya.

Baca Juga: Font Times New Roman Jadi Sorotan, Guru Besar UGM Ingatkan Jangan Asal Simpulkan Ijazah Jokowi

Pernyataan tersebut tentu memicu perdebatan.

Sebab, menyimpulkan sebuah dokumen “tidak ada” hanya karena belum diperlihatkan kepada masyarakat merupakan hal yang perlu dibedakan dari pembuktian mengenai keberadaan dokumen secara hukum.

Dalam polemik yang berlangsung, Jokowi sendiri telah menyampaikan sikap berbeda.

Ia menyatakan siap menghadiri persidangan dan membawa dokumen pendidikan yang dimilikinya apabila diperlukan dalam proses pembuktian.

Baca Juga: Megawati Buka Suara soal Ijazah Jokowi, PDIP Lepas Tangan? Begini Penjelasannya

Jokowi bahkan menyebut dokumen pendidikannya sejak tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi siap ditunjukkan.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari responsnya terhadap tudingan yang selama ini diarahkan kepada keabsahan ijazahnya.

Dengan demikian, terdapat dua posisi yang berbeda.

Ali Syarief menyampaikan kesimpulan berdasarkan pandangannya terhadap dokumen yang belum diperlihatkan secara terbuka, sedangkan Jokowi menyatakan bahwa dokumen tersebut ada dan siap dibawa ke forum hukum.

Baca Juga: Ijazah Jokowi Lagi-Lagi Jadi Sorotan, Bachrum Achmadi Lempar Sindiran Pedas 'Takut Dilihat?'

Polemik mengenai ijazah S1 Jokowi sendiri bukan isu baru. Dokumen kelulusan dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berulang kali menjadi bahan perdebatan di ruang publik.

Sejumlah pihak mempertanyakan berbagai aspek dokumen tersebut, sementara pihak lain menyatakan Jokowi merupakan alumnus resmi UGM.

UGM sebelumnya juga telah menyatakan bahwa Jokowi merupakan alumnus Fakultas Kehutanan.

Catatan mengenai status akademiknya menjadi salah satu bagian yang turut diperbincangkan ketika tudingan mengenai ijazah kembali muncul.

Baca Juga: UGM Lepas Tangan soal Ijazah Jokowi? Rektor Beri Pesan Tegas 'Jangan Lagi Tanya Kampus'

Di tengah perdebatan tersebut, masyarakat perlu membedakan antara klaim, opini, dan fakta yang telah diverifikasi.

Pernyataan seorang akademisi mengenai dokumen tidak otomatis menjadi keputusan hukum mengenai keberadaan atau keaslian dokumen tersebut.

Apalagi, perkara terkait tudingan ijazah telah masuk ke ranah hukum.

Forum persidangan menyediakan mekanisme bagi setiap pihak untuk mengajukan bukti dan menyampaikan argumentasi masing-masing.

Baca Juga: Dokter Tifa Akhirnya Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi, Tegaskan: Saya Sudah Selesai

Apabila dokumen asli benar-benar dibawa ke persidangan, keberadaannya dapat menjadi bagian dari proses pembuktian.

Namun, penilaian terhadap dokumen tetap menjadi kewenangan pihak yang berwenang dalam proses hukum.

Perdebatan ini juga menunjukkan bahwa isu ijazah Jokowi telah berkembang jauh dari persoalan teknis mengenai dokumen.

Kini, aspek hukum, pembuktian, serta pernyataan para pihak turut menjadi perhatian.

Baca Juga: Guru Besar UGM Buka Suara Soal Polemik Ijazah Jokowi, Singgung Langkah yang Bisa Dilakukan Mantan Presiden

Ali sebelumnya juga aktif menyampaikan pandangannya mengenai polemik tersebut.

Ia pernah menyoroti fakta bahwa Jokowi mampu meniti karier politik hingga menjadi presiden meski menurutnya ijazah asli belum pernah ditampilkan kepada publik.

Namun, belum diperlihatkannya sebuah dokumen kepada masyarakat tidak serta-merta berarti dokumen tersebut tidak ada.

Sebaliknya, keberadaan dokumen juga perlu dibuktikan melalui data dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Tim Roy Suryo Sebut UGM Belum Berwenang Nyatakan Ijazah Jokowi Asli, Alasannya Jadi Sorotan

Karena itu, perkembangan persidangan menjadi penting untuk melihat bagaimana bukti dari masing-masing pihak akan diuji.

Masyarakat diharapkan tidak langsung menganggap suatu klaim sebagai kesimpulan final sebelum proses pembuktian selesai.

Polemik panjang ini pada akhirnya kembali mengarah pada satu pertanyaan utama: bagaimana bukti mengenai dokumen pendidikan Jokowi akan diuji dalam proses hukum?

Jawabannya akan bergantung pada dokumen, keterangan saksi, serta bukti lain yang diajukan dalam persidangan.

Baca Juga: Mantan Hakim Agung Bongkar Kejanggalan Polemik Ijazah Jokowi, Kenapa UGM Tak Ikut Digugat?

Selama proses tersebut masih berjalan, klaim mengenai “tidak adanya” ijazah S1 Jokowi sebaiknya dipahami sebagai pendapat pihak tertentu, bukan sebagai fakta hukum yang sudah diputuskan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.