Banten

Seorang Guru di Lebak Raih Juara Terbaik Nasional Guru Dedikatif 2023, Dindik Lebak Mengaku Bangga

Ratu Tiarasari | 4 Desember 2023, 16:30 WIB
Seorang Guru di Lebak Raih Juara Terbaik Nasional Guru Dedikatif 2023, Dindik Lebak Mengaku Bangga

AKURAT BANTEN - Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Lebak, karena peningkatan sumber daya manusia ini sangat penting didalam pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Hari Setiono di acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah untuk Jenjang Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2023.

Hari menjelaskan, beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lebak didalam meningkatkan SDM dilingkungan Kabupaten Lebak itu diantaranya, peningkatan kapasitas Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Guru. Peningkatan kapasitas SDM terutama tenaga guru menjadi fokus Dindik Lebak.

"Kegiatan ini untuk mempersiapkan generasi kita kedepan. Dengan ketersediaan tenaga kependidikan dan tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi baik secara kualitas dan kuantitas didalam memenuhi pelayanan dasar khususnya di bidang pendidikan di Kabupaten Lebak," katanya, Senin (4/12/2023).

Hari Setiono menegaskan, tujuan dari bimbingan teknis peningkatan kapasitas ini untuk mewujudkan Kepala Sekolah yang profesional dalam mengelola satuan pendidikan dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan pemahaman tenaga kependidikan dalam penerapan kurikulum merdeka di satuan pendidikan.

"Dari kegiatan Bimtek peningkatan kapasitas ini untuk mencetak dan mewujudkan Kepala Sekolah dan guru yang profesional dalam mengelola satuan pendidikan di masing-masing sekolah," tegasnya.

Hari Setiono menambahkan, pada momen peringatan hari guru yang diperingati setiap 25 November, salah seorang guru di SMPN 9 Satap Cibeber, Kecamatan Cibeber, Uas Romansah menorehkan prestasi yang luar biasa.

Uas Romansah, meraih juara terbaik juara terbaik ke dua tingkat nasional kategori guru dedikatif pada gelaran kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2023 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada Jumat, 24 November 2023.

Penghargaan tersebut terdiri dari empat kategori yaitu kategori GTK Inovatif, GTK Dedikatif, GTK Inspiratif, dan Terima Kasih Guruku. Khusus untuk kategori GTK Inovatif dan GTK Dedikatif pelaksanaannya dilakukan berjenjang dari tingkat provinsi ke pusat sedangkan peserta terbaik tingkat nasional menerima penghargaan dari Ditjen GTK.

“Ya, alhamdulilah atas prestasi dan dedikasi yang luar biasa dari pak guru Uas Romansah SMPN 9 Satap Cibeber sebagai terbaik ke dua tingkat nasional kategori guru SMP dedikatif pada ajang GTK tahun 2023 yang diselenggarakan Kemendikbudristek,” imbuhnya.

Senada disampaikan Sekdis Pendidikan setempat, Maman Suryaman. Menurutnya, Uas Romansah membuat bangga seluruh keluarga besar dinas pendidikan Kabupaten Lebak yang penghargaan bertepatan dengan momen peringatan hari guru tahun 2023.

"Ini adalah kado terindah dari seorang guru hebat untuk Kabupaten Lebak. Saya secara pribadi maupun atas nama keluarga dinas penddikan merasa bangga. Diharapkan ini menjadi motivasi bagi para guru lainnya untuk berprestasi,” kata mantan kepala Bapenda Lebak ini.

Kata dia, tangtangan yang dihadapi para guru pada era seperti saat ini cukup komplek. Dibutuhkan dedikasi yang seutuhnya oleh guru sehingga dapat menghasilkan anak didik unggul dan berkarakter terlebih para guru yang tinggal di pelosok kampung dan desa.

“Guru sangat berperan dalam penguatan pendidikan karakter bagi anak didiknya, dimana guru harus mencontohkan apa yang disampaikan dan akan ditiru oleh anak didiknya. Keteladanan yang dicontohkan guru akan memudahkan penerapan nilai-nilai karakter bagi peserta didik,” ungkap Maman.

Uas Romansah seorang guru Agama di SMPN 9 Satap Cibeber mengaku tidak menyangka dirinya bakal meraih juara dua tingkat nasional tahun 2023 kategori guru SMP dedikatif khusus daerah terpencil dan tertinggal. Ia juga mengaku tdak menyangka bakal dipanggil, untuk di tingkat Banten saja sudah bersukur karena persaingan yang cukup ketat.

"Tetapi alhamdulilah berkat dukungan dan doa semuanya mulai dari keluarga, anak didik dan Dindik Lebak dan Banten, meraih juara dua di bawah temen dari Papua,” katanya.

Sebelum diumunkan menjadi kedua terbaik tingkat nasional kata Uas, dirinya mesti mempresentasikan program unggulannya di hadapan tiga dewan juri yang berkmopeten. Program unggulan yang di ciptakan dan mengantarkannya menjadi juara 1 di tingkat Provinsi Banten dan juara 2 nasional itu Program Sapa budaya dan wsata edukasi (Sabda Tasi). Dimana, murid diajak belajar tidak hanya di sekolah tapi siswa diajak berkunjung ke tempat-tempat wisata budaya sambil belajar.

“Dewan juri mungkin melihat lain dari vidio saya, naskah dan presenante saya yang dianggap sudah pas dan sesuai. Padahal yang lainnya juga sama baik dan bagus seperti yang disampaikan teman dari Papua, kalimantan,” ujarnya.

Dijelaskan Uas, sebelumnya ia melihat anak didiknya seolah jenuh belajar di sekolah ditambah pendidikan belum menjadi prioritas utama bagi warga. Lalu sebagai guru penggerak angkatan 6, ia membuat program Sabda Tasi agar anak tidak jenuh belajar.

"Kebetulan di Cibeber banyak terdapat lokasi wisata dan wisata budaya. Murid diajak belajar tidak hanya di sekolah tapi diajak berkunjung ke tempat-tempat wisata budaya sambil belajar, seperti air terjun, perkebunan teh maupun wisata budaya seperti kasepuhan. Ternyata anak-anak menyukainnya,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.