Mendadak Hilang Akal! Sesama Tentara Israel Saling Membunuh di Medan Perang

AKURAT BANTEN - Sekitar seperlima tentara Israel yang tewas dalam serangan darat Israel di Jalur Gaza, yang dimulai pada akhir Oktober, meninggal karena kesalahan sendiri atau salah tembak dan kecelakaan lainnya, kata Pasukan Pertahanan Israel pada hari Selasa.
Setidaknya 105 tentara Israel tewas sejak militer memulai operasi darat di Gaza, klaim juru bicara IDF. Setidaknya 20 dari kematian tersebut disebabkan oleh "kecelakaan", kata mereka.
Dari 20 kematian tersebut, 13 disebabkan oleh tembakan teman sendiri, atau tembakan internal dari pasukan militer sendiri. Juru bicara IDF tidak segera menanggapi permintaan informasi lebih lanjut mengenai kematian dan cedera terkait kecelakaan.
- Baca Juga: 2000 Tentara Israel Jadi Korban Perang, Belum Termasuk Warga Sipil Sejak 7 Oktober 2023
- Baca Juga: Tentara Israel Kena Penyakit Kutukan, Menyerang Saluran Pencernaan Hingga Menimbulkan Kematian
- Baca Juga: Kronologi! Upaya Dunia Ingin Perpanjangan Gencatan Senjata, Israel Ingin Tambah Biaya Perang Untuk 90 Hari
IDF mengatakan pihaknya terus menilai pertempuran yang sedang berlangsung di Gaza, termasuk kasus baku tembak, Times of Israel melaporkan.
Rekan Dewan Atlantik dan pakar intelijen militer Alex Plitsas mengatakan bahwa dalam situasi "kabut perang" sulit untuk membedakan apakah jumlah kematian terkait kecelakaan, yang jumlahnya hanya di bawah 20 persen dari 105 korban tewas, dapat mencerminkan masalah yang lebih luas seputar IDF dan serangan.
"Tentu saja, setiap kali ada insiden kebakaran, itu perlu diwaspadai dan diselidiki," katanya dikutip dari nbcnews.
“Persentasenya signifikan jika dilihat, bukan?” dia berkata.
“Tetapi juga, ketika Anda melihat jumlah keseluruhan tentara yang terbunuh dari sudut pandang statistik, benarkah, apakah secara statistik signifikan untuk menunjukkan bahwa ada masalah besar yang terkait, yang menyebabkan insiden-insiden ini?
Atau apakah ini hanya segelintir saja? insiden dan karena jumlah tentara yang terbunuh saat ini adalah sekitar 100, secara statistik terlihat lebih buruk daripada yang sebenarnya?"
“Sulit untuk memastikannya tanpa mengevaluasi setiap insiden,” katanya, seraya menambahkan: “Saya membayangkan Israel sedang memperhatikan situasi ini… dan, menurut saya, akan ada penyelidikan atas apa yang terjadi.”
“Ini adalah persentase yang tinggi, angka yang tinggi,” kata Kobi Michael, peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional (INSS) yang berbasis di Tel Aviv. Namun dia mengatakan, “ini tidak mengejutkan.”
“Keadaan di zona pertempuran sangat rumit,” katanya. “Kita berbicara tentang wilayah dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi dengan banyak pasukan di wilayah ini,” yang menurutnya memerlukan “koordinasi tingkat tinggi,” termasuk antara pasukan darat dan udara.
Pasukan Israel telah berada di Gaza sejak akhir Oktober, ketika mereka secara bertahap memulai operasi setelah berhari-hari menyatakan bahwa invasi darat skala penuh dapat dilakukan.
Dalam beberapa minggu setelah itu, serangan darat dan udara mereka semakin meluas, dengan Israel pada awalnya memerintahkan warga sipil di Gaza utara untuk pindah ke selatan, di mana mereka diberitahu bahwa mereka akan mendapatkan keselamatan.
Namun dalam beberapa minggu terakhir, Gaza bagian selatan juga menghadapi pemboman tanpa henti, yang menyebabkan sekitar 90 persen populasi di wilayah tersebut menjadi pengungsi.
Menurut PBB, sementara hampir 18.000 orang telah terbunuh di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina dalam laporannya. daerah kantong. Israel mengatakan akan melanjutkan serangannya sampai Hamas tersingkir (Sumber: nbcnews).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










