Israel Mulai Gemetar Melawan Hizbullah Lebanon, Sebab 2006 Israel di Hancurkan Hingga AS Khawatir

AKURAT BANTEN - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memberikan sinyal bahwa dia berencana mengobarkan perang besar melawan Hizbullah di perbatasan Israel-Lebanon.
Sinyal perang itu, membuat khawatir AS yang menjadi sekutu dekat Israel. AS takut Israel malah membuat blunder.
Hal ini dikatakan Intelijen Amerika Serikat (AS) memprediksi Hizbullah bakal menang lagi melawan Israel jika perang besar di antara keduanya kembali terjadi.
Sebab sebelumnya, Ketika terjadi perang Israel-Hizbullah meletus tahun 2006 silam dan berakhir dengan kemenangan kelompok asal Lebanon itu.
Dilansir Sputnik News, media-media besar asal Amerika selama beberapa hari terakhir ini, mengabarkan ketakutan sahabat dekatnya itu.
“Para pejabat AS khawatir Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan memperluas perang di Lebanon sebagai cara untuk mempertahanakan politiknya di tengah kritik di dalam negeri perihal kegagalan pemerintahnya mencegah serangan Hamas tanggal 7 Oktober,” demikiaan pernyataan The Washington Post
- Baca Juga: Hampir Rp1000 Triliun Untuk Perang di Gaza, Ekonomi Israel di Ambang Kehancuran
- Baca Juga: 260 Anak Tewas, Israel Bombardir Warga Sipil Gaza
- Baca Juga: Tentara Israel Bom Gereja Ortodoks Yunani di Gaza saat Berlangsung Ibadah
“Dalam pembicaraan privat, pemerintahan [Presiden AS Joe Biden] sudah memperingatkan Israel agar tidak melakukan eskalasi signifikan di Lebanon.”
Israel hanya memiliki jumlah pasukan kecil ketika situasi sedang damai. Negara itu mengandalkan tentara cadangan ketika muncul konflik bersenjata atau perang.
“Jika akan Israel melakukannya, perkiraan rahasia terbaru dari DIA menyebutkan Israel akan susah menang karena aset dan sumber daya militernya akan terlalu sedikit dikerahkan lantaran adanya konflik di Gaza,” kata Washington Post dengan mengutip dua pejabat AS secara anonim.
Kini, Israel tengah melawan Hamas di Gaza. Israel sudah bersumpah akan melenyapkan Hamas, tetapi sampai sekarang belum terwujud.
Pakar AS meyakini, AS ingin membuka medan tempur kedua melawan Hizbullah. Jika perang itu benar-benar terjadi, Iran dan AS juga bisa ikut terseret di dalamnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










