Usut Kasus Situ Ranca Gede Jakung, 33 Orang diperiksa Kejati Banten

AKURAT BANTEN - Sebanyak 33 orang diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi lahan Situ Ranca Gede Jakung di Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang. Selasa (6/2/24)
Situ Ranca Gede adala salah satu aset Pemprov Banten yang kini beralih fungsi menjadi pabrik yang dikuasai pihak lain.
Dikatakan, Kasi Penerangan Hukum Kejati Banten, Rangga Adekresna, pihaknya telah memeriksa puluhan orang yang diduga terlibat dalam kasus alih fungsi lahan menjadi pabrik.
"33 orang ini latar belakangnya macam-macam disini ada mantan dirut dari PT Prisma, ada dari DLHK, dari BPN, BPTPN, ada juga mantan pensiunan anggota pemeriksa tanah juga ada, kadis juga ada kepala desa, mantan kepala desa juga ada," ujar Rangga. Senin (5/2/24)
Rangga menuturkan, tim pidsus masih mendalami kasus tersebut dan ada tiga orang baru yang diperiksa mengenai Situ Ranca Gede.
"Kemarin kita lakukan pendalaman lagi, nambah tiga orang yang diperiksa, itu dari timeline manajemen dari PT Modernland Industrial Estate," katanya
- Baca Juga: Menteri Investasi Bahlil mencurigai Petisi Bulaksumur, Profesor UGM Marah Besar!
- Baca Juga: 120 Orang Sivitas Pengkritik Jokowi Mengatasnamakan Akademika UNAIR, Tak Wakili Kampus
- Baca Juga: Tanggapan Surya Paloh tentang Debat Terakhir Anies: Sangat Impresif
Timeline itu kata Rangga, mereka yag bertugas untuk membebaskan lahan dar kepemilikan masyarakat.
Ia juga mengaku masih menggali perkembangan kasus tersebut dari unsur pelanggaran melawan hukum.
"Timeline Manajemen ini dia yang bertugas untuk membebaskan lahan. Jadi proses peralihan nya dari warga ke pihak perusahaan, tim masih menggali kesitu, masih mencari atau melihat perbuatan melawan hukumnya seperti apa, perkembangannya seperti apa," jelasnya
Kata Rangga, proses pemeriksaan kasus Situ Ranca Gede ini terus berlanjut tanpa kendala bahkan akan ada tambahan orang lagi yang akan diperiksa dalam kasus tersebut.
"Tim masih belum menemukan kendala apapun. Jadi tim masih berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur. Tentu masih ada lagi yang diperiksa tambahan lagi, karena masih terus kita cari, penyelidikan kan sampai menemukan siapa menjadi tersangkanya," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










