Kisah Sukses Pendiri Mixue, Pinjam Modal Nenek Sampai Dirikan Gerai di Asia!

AKURAT BANTEN - Siapa yang tak kenal dengan Mixue? Es krim asal China yang identik dengan mascot snow king yang menggemaskan.
Gerai es krim Mixue yang didirikan tahun 1997 oleh Zhang Hongchao kini sudah tersebar di mana-mana, mulai dari mancanegara hingga Asia.
Dengan cita rasa yang enak, es krim Mixue menjadi salah satu pilihan yang wajib kamu coba. Lantas, bagaimana kisah sukses dibalik pemilik Mixue? berikut ulasannya.
Baca Juga: Gara-gara Utang, Nenek Berusia 80 Tahun Lakukan Pembunuhan di Sinjai
Kisah Sukses Pemilik Mixue
Dikutip dari beberapa sumber, Rabu (13/3/2024) berikut merupakan kisah dibalik suksesnya sang pemilik Mixue.
Awalnya Zhang Hongchao memberanikan diri untuk mendirikan kios es serut dengan meminjam uang sang nenek. Bermodalkan keberanian dan uang 4.000 yuan atau setara dengan Rp 8 juta atau kurs 2000 berhasil mendirikan sebuah toko.
Perjalanan kewirausahaan Zhang Hongchao, dimulai dengan mendirikan toko bernama “es serut aliran dingin.” Dengan modal awal yang terbatas Hongchao memberanikan diri membeli motor, meja putar dan pemotong serta membuat alat sederhana untuk memproduksi es serut yang dirakitnya sendiri.
Baca Juga: Suara PSI Naik Tidak Wajar, Grace Natalie Dan Ade Armando Berpotensi Menuju Senayan
Produk yang disajikan juga sangat terbatas. Hanya ada es serut. Es krim dan smoothie. Setelah sekian lama bisnis tersebut mulai berkembang berangsur-angsur dan mulai menambah varian baru di tokonya yaitu teh susu.
Dengan semangat dan kegigihannya yang sangat tinggi, Hongchao memperoleh 100 yuan atau sekitar RP 200 ribu sehari. Namun pada saat itu, dirinya menemukan masalah, karena produk yang dijualnya terpengaruh dengan musim.
Hongchao tidak menyerah, dan dengan penuh keberanian pada tahun 1999 dirinya kembali mendirikan toko es serut dan mengganti nama menjadi Mixue Bingcheng (MXBC). Dengan penuh kesabaran hingga di tahun 2006 Hangchao akhirnya menemukan tempat di pasaran.
Baca Juga: Jam Kerja ASN Pemkot Tangerang Dipangkas Jadi 32,5 Jam Perminggu selama Ramadan
Bertepatan dengan Olimpiade Beijing 2008, pada saat itu sejenis es krim berbentuk obor mulai muncul dan terkenal di Zhengzhou. Es krim berbentuk obor atau dikenal dengan es krim cone secara tidak langsung meningkat menjadi lima hingga sepuluh kali lipat.
Dari situlah, Hongchao mendapatkan peluang bisnis dan menciptakan formula es krim yang murah agar produknya bisa laris di pasaran. Disaat toko lain menjual es krim seharga 10 yuan atau setara dengan Rp 20.000 namun Hangchao hanya memberikan harga 2 yuan atau setara dengan Rp 4000.
Hal inilah yang menjadi daya pikat tersendiri bagi para pelanggan sehingga bisnisnya bisa berkembang dengan pesat dan digandrungi para peminat.
Baca Juga: Emas di Kubah Masjid, 2,5 Kg Senilai Rp3 Miliar di Curi Nelayan
Akhirnya pada tahun 2007, Hangchao berambisi untuk membuka waralaba. Di tahun tersebut dirinya membuka lusinan toko dengan cepat di kantor pusat Povinsi Henan.
Bahkan, satu tahun kemudian jumlah toko mencapai 180 gerai dan pada tahun 2008 Mixue Bingcheng secara resmi menjadi sebuah perusahaan. Mixue Bingcheng ternyata menjadi merek bubble tea tunggal terlaris di China.
Dengan pendapatan 6,5 miliar yuan atau Rp 13 triliun dalam setahun pada akhirnya mulai melakukan ekspansi besar-besaran ke berbagai negara seperti Vietnam, Singapura, Malaysia hingga Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









