TikTok Minta di Jual Atau di Blokir Demi Melindungi Data Pribadi Warga AS

AKURAT BANTEN - Perusahaan induk Tiktok ByteDance di China, memilih menutup aplikasi TikTok daripada harus menjualnya ke perusahaan Amerika Serikat (AS).
Langkah ini akan diambil jika TikTok gagal menggugat undang-undang di AS yang memaksa divestasi perusahaan.
Dikutip dari Reuters, ByteDance tidak akan menjual TikTok karena algoritma TikTok dinilai terlalu penting untuk seluruh bisnisnya, hal ini disampaikannya pada Senin (29/4/2024).
Baca Juga: Anies Baswedan Mengakhiri Tugas Masa Kampanye Tmnas AMIN Pada Pilpres 2024
Sebelumnya pemerintah China menuduh AS telah menyebarkan disinformasi dan berusaha menekan TikTok. Pada tahun 2020.
Atas tekanan tersebut, CEO TikTok Shou Zi Chew yakin bisa memenangi gugatan untuk membatalkan UU yang ditandatangani Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada awal pekan ini.
Biden langsung menandatangani UU tersebut setelah rancangannya disepakati oleh dua badan legislatif di AS yaitu Senat dan DPR.
Baca Juga: Marah! Pendukung Timnas U-23 Memukul Wasit Yang Tampak di Layar Nobar
Para politisi AS sepakat untuk memaksa TikTok dijual atau diblokir dengan alasan demi melindungi data pribadi warga AS dari pemerintah China.
Komite Urusan Luar Negeri DPR telah mengeluarkan undang-undang yang akan memberi kekuatan kepada Presiden Joe Biden untuk melarang aplikasi dan platform media sosial milik China lainnya yang diduga menimbulkan risiko keamanan data warga Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








