Turunkan Resiko Bencana, BPBD Segera Bangun Jejaringan Relawan Kebencanaan, SOTK BPBD Lebak Naik Kelas Setingkat Dinas

AKURAT BANTEN, LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak naik kelas, statusnya yang sebelumnya setara eselon III B, kini setara dengan eselon II. Meski demikian, nama Struktural Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BPBD tetap Badan, bukan sebutan Dinas.
”Sekalipun levelnya eselon II, sebutan nama kantornya tetap Badan, bukan Dinas,” jelas Febby Rizky Pratama, S, IP Kepala Pelaksana (Kalak) Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak di ruang kerjanya pada Akurat Banten, Kamis (13/6/2024).
Pertimbangan urgensinya naik kelas, kata Febby terdapat 5 point:
1. Sebagaimana yang diketahui Kabupaten Lebak adalah Kabupaten dengan wilayah terluas di Provinsi Banten.
2. Dengan luas wilayah yang sangat luas Kabupaten Lebak memiliki banyak jenis ancaman bencana, seperti yang BMKG sebutkan bahwa Kabupaten Lebak adalah supermarketnya bencana.
3. Jenis-jenis bencana yang ada di Kabupaten Lebak adalah: Banjir, Tanah Longsor, Gempa Bumi, Tsunami, Kekeringan, Karhutla, Puting Beliung, Wabah Penyakit, dan Pergerakan Tanah.
4. Dengan luasnya wilayah Kabupaten Lebak dan banyaknya ancaman bencana, maka Pemda Kabupaten Lebak perlu meningkatkan kapasitas SDM dalam hal pengelolaan dan penanggulangan bencana agar bencana yang terjadi di Kabupaten Lebak, dapat ditangani dan ditanggulangi secara baik.
Baca Juga: Berantas Tuntas Judi Online, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat untuk Bersatu
5.Menurut buku IRBI tahun 2023 Kabupaten Lebak memiliki skor risiko bencana sebesar 172.98 dengan klasifikasi tinggi risiko bencana. Sehingga perlu Pemda Kabupaten Lebak untuk meningkatkan kapasitas SDM yang mengampu kebencanaan.
”Tentunya, kami berharap setelah BPBD ini naik kelas , kita bisa menurunkan indeks resiko bencana di Kabupaten Lebak,” ujar Febby Kepala Pelaksana BPBD Lebak.
Kedepannya kata Febby setelah klasifikasi BPBD ini meningkat, pihaknya akan segera mensingkronisasi dokumen kebencanaan dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Lebak.Selain itu, kata Febby, pihaknya juga akan mengarusutamaan pengurangan resiko bencana, penguatan mitigasi berbasis komunitas secara inklusif dan mendorong pengurangan resiko bencana dalam muatan lokal /kurikulum sekolah.
”Kami juga akan membangun jejaring relawan kebencanaan, dan big data kebencanaan sebagai bahan informasi bagi pengambil keputusan Pemkab Lebak,” pungkas Febby. (ADV)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







