Seorang Wanita di Makassar Tega Bacok Ibu Kandung dengan Parang, Hanya Karena di Suruh Bersihkan Rumah

AKURAT BANTEN - Seorang anak membacok ibu kandungnya dengan sebilah parang, hanya karena ditegur untuk membersihkan rumah, terjadi Makassar, Sulawesi Selatan.
Kemudian peristiwa ini menggegerkan warga sekitar, karena dianggap prilaku tak lazim, bagi seorang anak melakukan tindakan keji terhadap ibu kandungnya sendiri.
Adapun warga yang melihat disekitar tempat kejadian tersebut, berusaha menghentikan tindakan pelaku, namun lantaran sang pelaku membawa sebilah parang, mereka tak mampu berbuat apa-apa.
Saat itu, pelaku terus melakukan penyerangan dengan terus mengayunkan parang tersebut, kearah ibu kandungnya hingga jatuh terkapar.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolsek Bontoala, Makassar Kompol Muhammad Idris, polisi telah menangkap seorang wanita yang membacok ibu kandungnya di halaman rumah. Wanita tersebut diduga alami gangguan kejiwaan atau ODGJ.
Perempuan tersebut berinisial S (39), dia terekam kamera warga sedang membacok ibu kandungnya, Sitti Syamsiah (60) dengan sebilah parang hingga alami luka serius dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
Baca Juga: Marak Penculikan Anak di Tangsel, Waspadai Modusnya!
"Korban sekarang sudah kita bawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (Jala Ammari), sementara (Saat ini mendapatkan) penanganan medis, tutur Muhammad Idris.
Selanjutnya, Ia mangatakan "Dan untuk pelaku, kami melakukan penangkapan. Kami serahkan ke Polrestabes Makassar untuk menangani lanjut," ungkapnya pada, Rabu 25 September 2024 dikutip Akurat Banten.
Sebagai informasi yang berhasil dihimpun Akurat Banten, peristiwa terjadi di rumah korban, tepatnya dihalaman rumah, Jalan Tinumbu, Lorong 148, nomor 63C, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar pada, Selasa sore, (24/09/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







