Difabel, Lansia, dan ODGJ Akan Terima Bansos Seumur Hidup, Cak Imin: Itu Bantuan Abadi

AKURAT BANTEN - Pemerintah kini mulai mempertegas arah kebijakan soal bantuan sosial (bansos). Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menyatakan bahwa ada tiga kelompok masyarakat yang dipastikan akan terus menerima bansos secara permanen, tanpa batas waktu.
Baca Juga: Congrats! Chelsea Jadi Juara Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 Usai Tumbangkan PSG 3-0
"Ya, ada term periode, tapi sampai hari ini kita berkesimpulan untuk difabel, manusia lanjut usia — manula, dan ODGJ, itu abadi, bansos terus," kata Cak Imin saat menghadiri acara di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (13/7).
Menurutnya, ketiga kelompok tersebut memiliki kebutuhan khusus yang membuat mereka harus terus mendapat dukungan negara. Mereka dinilai tidak dalam posisi untuk bisa mandiri secara ekonomi, sehingga kehadiran negara melalui program bansos harus bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup.
Baca Juga: Jaksa KPK Siap Bongkar Balik Pembelaan Hasto di Sidang Kasus Harun Masiku
Sementara itu, untuk masyarakat di luar kategori tersebut, penerimaan bansos akan memiliki batas waktu tertentu. Cak Imin menjelaskan, kelompok miskin yang tidak termasuk difabel, lansia, atau ODGJ, hanya akan mendapatkan bantuan sosial dalam periode maksimal lima tahun.
"Selain tiga ini, dibatasi. Untuk sementara maksimal 5 tahun," ucapnya.
Baca Juga: Arti Joget Pacu Jalur yang Viral Ternyata Punya Makna Mendalam, Bukan Cuma Konten!
Soal kategori masyarakat miskin sebagai penerima bansos, Cak Imin menyebut bahwa saat ini belum ada perubahan kriteria. Pemerintah masih menggunakan standar dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menentukan siapa yang tergolong miskin dan berhak mendapatkan bantuan.
"Masih sesuai standar BPS," ujarnya singkat.
Pernyataan Cak Imin ini selaras dengan rencana reformasi sistem bansos yang sebelumnya sempat disampaikan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko.
Dalam keterangannya, Budiman menyebut bahwa ke depan bansos akan lebih diarahkan kepada mereka yang benar-benar tidak bisa bekerja atau berkegiatan ekonomi secara mandiri, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Baca Juga: Elegan Caranya! Maia Estianty Senyam-senyum Akibat Ulah Ahmad Dhani, Tak Lupa Ucap Terima Kasih
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menjadikan bantuan sosial lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain membantu kelompok rentan secara konsisten, perombakan ini juga bertujuan mendorong masyarakat miskin yang masih memiliki potensi kerja untuk lebih aktif diberdayakan melalui pelatihan dan program peningkatan ekonomi lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan








