Anggota DPRD Kritisi KPU Lebak, Sosialisasi Pilkada Selalu Gunakan Artis Ibu Kota, Agus Ider: Pemborosan!

AKURAT BANTEN, LEBAK - Anggota DPRD Kabupaten Lebak, provinsi Banten, Kritisi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak karena setiap acara sosialisasi Pilkada, seringkali menggunakan artis Ibu Kota dengan biaya yang sangat besar.
Pasalnya, KPU Lebak setidaknya sudah empat kali menggelar kegiatan besar dengan mendatangkan artis-artis ibukota. Di antaranya, Judika, The Virgin, Bintang stand up comedy, dan terakhir Aura Kasih dengan anggaran diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.
Terakhir, berdasarkan pantauan Akurat banten, saat gelaran puncak sosialisasi Pilkada 2024 yang diadakan di Stadion Uwes Qorny Rangkasbitung, juga menghadirkan Aura Kasih dan Souljah, namun acaranya tampak sepi pengunjung.
Baca Juga: Seru! Mantan Juara Dunia Tinju Kelas Berat Mike Tyson Kalah Angka dari Jake Paul
Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PDIP saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, mendatangkan artis pada acara sosialisasi Pilkada merupakan pemborosan.
”Saya pikir, biaya penggunaan dengan mendatangkan artis ini nilainya tidak kecil, sebagai bentuk pemborosan anggaran dana hibah Pilkada saja. Sebab, untuk tingkat epektivitasnya mah tidak menyentuh masyarakat bawah atau pedesaan,” ungkap Agus Ider Alamsyah pada, Sabtu (16/11/2024)
Menurut Agus, kebijakan KPU Lebak dalam melaksanakan sosialisasi dengan melibatkan artis merupakan kebijakan yang menghambur-hamburkan dana hibah untuk Pilkada 2024.
Baca Juga: Banjir di Tangsel Kesalahan DSDABMBK, Ratusan Warga Sengsara
”Apalagi, acara yang digelar tersebut sepi pengunjung dari keterlibatan masyarakat. Lagian yang menonton artis itu, umumnya hanya kalangan anak muda dan masyarakat perkotaan saja,” jelas Agus.
“Dan yang hadir-pun kebanyakan penyelenggara pemilu, yakni panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK). Ini sosialisasi ke masyarakat atau ke penyelenggara? ,” sindir Agus.
Ungkap Agus, dana hibah Pilkada yang diberikan kepada KPU Lebak merupakan uang rakyat. Dana hibah tersebut harus digunakan sebaik-baiknya untuk menyukseskan Pilkada. Bukan untuk pesta pora para penyelenggara.
Baca Juga: Timnas Indonesia Kalah 0-4, Erick Thohir Beri Motivasi dan Minta Semua Instropeksi Diri
“Saya lihat dalam sebuah tayangan video dan foto-foto yang beredar di media sosial acara yang melibatkan artis Aura Kasih dan lainnya ini, partisipasi masyarakat minim,” kata agus.
”Ketua KPU dan jajarannya tetap senang dan joget-joget di depan panggung. Padahal katanya ini sosialisasi, tapi saya menilai ini hanya pesta penyelenggara yang menggunakan uang rakyat,” papar Agus Ider Alamsyah.
Dikabupaten kota lain, sambung Agus, tidak ada penyelenggara yang booking artis hingga empat kali seperti di Lebak. Bahkan, KPU Provinsi Banten pun setahu dirinya tidak melakukan itu.
Sementara itu , Ketua KPU Lebak Dewi Hartini kepada awak media menyatakan, pada dasarnya hal tersebut tidak membuang-buang anggaran. Menurutnya, kegiatan yang digelar untuk penyampaian sosialisasi kepada masyarakat.
“Bagi kami selagi bisa dipertanggungjawabkan. Nanti kita akan bicara tentang indeks. Ada haknya masyarakat Kabupaten Lebak untuk menerima sosialisasi. Dan kita tidak mau mengurangi hak masyarakat, mereka harus tahu informasi seluas-luasnya tentang pelaksanaan pilkada,” Kilahnya.
Dewi juga menuturkan kegiatan ini digelar KPU dalam rangka sosialisasi Pilkada lewat pagelaran seni dengan menghadirkan artis ternama. Menurutnya, kegiatan ini turut mengundang jajaran Forkopimda, PPS, PPK dan pimpinan OPD terkait serta KPU Provinsi Banten.
“Kami menggelar konser musik ini dalam rangka mensosialisasikan Pilkada serentak, dan mengajak masyarakat untuk kompak datang ke TPS tanggal 27 November nanti,” pungkas Dewi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










