Akibat Banjir, Jembatan Alternatif Muncang Putus, Dinas PUPR Kembali Kebut Pembangunan Jembatan Utama

AKURAT BANTEN, LEBAK - Akibat hujan terus menerus sungai Cisimeut meluap, hingga mengakibatkan Jembatan alternatif terputus, Dinas PUPR Kabupaten Lebak minta pelaksana pekerjaan jembatan Muncang (Lewidamar – Sajira) agar dipercepat pengerjaannya.
”Memang benar, yang putus itu,betul jembatan alternatif, bukan jembatan utama. Tapi pembangunan jembatan utamanya tidak putus . Kini tengah dalam pelaksanaan pekerjaan, dan berdasarkan kontrak selesai pertengahan desember 2024 ini," jelas Hamdan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Lebak melalui telepon, Selasa (4/12/2024).
Menurut Hamdan,meski demkian, warga tak perlu khawatir, karena pembangunan jembatan utama Muncang (Lewidamar – Gajrug) tengah dalam tahap pengerjaan pihak pelaksana.
”Untuk itu, membangun jembatan alternatif, tidak mungkin lagi di kerjakan, karena sudah ada pembangunan jembatan utamanya, kalau beradasarkan kontrak harus selesai pertengahan desember ini,” jelas Hamdan.
Diberitakan sebelumnya, Jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Muncang (Lewidamar – Gajrug) , Kecamatan Muncang putus terseret banjir,pada Senin kemarin (2/12/2024).
“Kalau tidak salah, jembatan itu sekitar dua bulanan baru selesai dibangun,dan kini putus diterjang banjir sungai Cisimeut,” tutur Umar tokoh masyarakat setempat kepada awak media ini, Selasa (3/12/2024).
Baca Juga: Ledakan Gas Picu Kebakaran Rumah di Bintaro Tangsel, Satu Orang Luka Bakar
Dengan putusnya jembatan tersebut, kata Umar, itu artinya jalan alternatif warga setempat menjadi total tak berfungsi.
”Warga kembali menggunakan jalan lama, dan jaraknya cukup jauh, harus muter ke Rangkasbitung ” katanya.
Untuk itu, kata Umar pihaknya meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mencarikan solusi.
”Karena jembatan alternatif itu sangat dibutuhkan warga” tandas Umar.
Diketahui pembangunan jembatan alternatif itu, merupakan solusi pihak Dinas PUPR. Karena jembatan utama Muncang (Lewidamar – Gajrug) yang dilaksanakan CV Jaya Perkasa, senilai Rp 1.060 miliar dari APBD II TA 2024 itu, saat ini tengah dalam pelaksanaan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










