Banten

IMF Puji Indonesia Lakukan Transformasi Ekonomi, Mampu Turunkan Kemiskinan dan Tingkatkan PDB

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 30 Desember 2024, 06:56 WIB
IMF Puji Indonesia Lakukan Transformasi Ekonomi, Mampu Turunkan Kemiskinan dan Tingkatkan PDB

AKURAT BANTEN - International Monetary Fund (IMF) menyatakan jika per Oktober 2024 perekonomian global tahun 2024 diproyeksikan akan tumbuh pada level 3,2 persen, kemudian pada tahun 2025, diproyeksikan tumbuh stagnan pada level 3,2 persen.

Sedangkan bagi kelompok negara maju, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 diproyeksikan berada pada level 1,8 persen serta bagi negara-negara emerging market dan developing economies diproyeksikan pada tahun 2025 berada pada level 4,2 persen.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? pada tahun 2025 nanti, diprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut IMF akan berada pada level 5,1 persen.

Baca Juga: Publik Geram Putusan Hukuman 6,5 Tahun Dan Harvey Moeis Tertawa Dalam Sidang, Kasus Mega Korupsi PT Timah Merugikan Negara Rp300 Triliun

Berdasarkan unggahan resmi akun Instagram @the_imf pada Minggu (29/12/2024), IMF juga menyebut Indonesia berhasil melakukan transformasi ekonomi dengan luar biasa di dua dekade terakhir.

Selanjutnya, IMF juga memuji atas kemampuan Indonesia karena telah berhasil meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) empat kali lipat dan menurunkan tingkat kemiskinan sepuluh kali lipat selama dua dekade terakhir.

“Hal ini mengafirmasi keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan fundamental ekonomi untuk tetap kokoh dan sekaligus memberikan sinyal bagi dunia untuk tetap menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan yang baik bagi investasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi unggahan IMF tersebut.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Ketersediaan Aman untuk Pasokan BBM dan LPG Jelang Tahun Baru 2025

Seperti diketahui, sejak IMF dibentuk pada Juli tahun 1944 saat digelarnya Konferensi Bretton Woods, saat itu IMF telah mengupayakan bagi 191 negara anggotanya, untuk mencapai pertumbuhan dan kemakmuran secara berkelanjutan.

IMF merupakan organisasi internasional mendukung, seperti:
1. Kebijakan ekonomi yang mendorong stabilitas keuangan
2. Kerja sama moneter.
3. Meningkatkan produktivitas.
4. Menciptaan lapangan kerja.
5. Menyejahteraan ekonomi.

Melalui Website resmi www.ekon.go.id, Jakarta, yang dirilis pada, 30 Desember 2024, menerangkan terkait tulisan yang menyebutkan, bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk sekira 270 juta orang dan membentang 3.300 mil dari barat ke timur sebanding dengan jarak apabila melakukan perjalanan dari London ke Kabul.

Baca Juga: Kabar Gembira dari Prabowo, Soal Biaya Haji Murah, Tinggal Tunggu Hasil Panja DPR RI

Dimana Indonesia telah meningkatkan GDP-nya empat kali lipat menjadi US$1,4 triliun.

Selanjutnya IMF juga menyebutkan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang hidup dengan pendapatan kurang dari US$2,15 per hari telah menurun drastis sepuluh kali lipat menjadi kurang dari 2 persen.

IMF mencontohkan, jika kota DKI Jakarta mencatat pendapatan yang nyaris setara dengan beberapa negara Eropa seperti Polandia dan Portugal.

Baca Juga: Hasan Nasbi: Pemerintah Tegaskan Hasil Pajak Dikembalikan ke Masyarakat, Dalam Bentuk Bantuan Sosial Hingga Subsidi BBM

Sebagai informasi, Indonesia memiliki sekitar 17.380 pulau yang mencakup pulau-pulau yang memiliki nama dan koordinat. Seperti:

  • Pulau berpenamaan sejumlah 7.353 pulau.
  • Pulau belum bernama sejumlah 10.155 pulau.
  • Pulau berbatasan dengan negara tetangga sejumlah 67 pulau.
  • Pulau berpenduduk tetap sejumlah 6.000 pulau.

Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia,tentunya diuntungkan, karena letak atau posisinya yang sangat strategis secara ekonomi dan geopolitik.*******

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.