Api Melahap Sinagoge Yahudi Berusia 80 Tahun, Masjid dan Setengah Lusin Gereja di Los Angeles

AKURAT BANTEN - Kuil dan Pusat Yahudi Pasadena, sinagoge yang sudah berusia lebih dari 80 tahun, dilalap si jago merah saat api mengamuk di Los Angeles pada, Selasa (7/01/2025) malam.
Saat kejadian, diketahui penyanyi Ruth Berman Harris, mendapat telepon dari temannya yang tinggal dekat dengan kuil, mengabarkan jika api mulai mendekat dengan tempat ibadah.
Akhirnya dengan segera, Ia bersama suaminya, jemaat dan seorang penjaga berhasil menyelamatkan sejumlah gulungan Taurat ke dalam mobil, dan dibawa ke tempat yang aman, sebelum sinagoge dilalap api.
Baca Juga: Lolly Minta Razman Nasution Jadi Orang Tua Asuh, Tolak Bertemu Nikita Mirzani
"Ini adalah detak jantung komunitas Yahudi mana pun," ujarnya.
Kebakaran hutan juga, telah menghancurkan sebuah masjid, paroki Katolik, dan melumat setengah lusin gereja Protestan, serta meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi para penganutnya.
"Sama sekali tidak ada apa-apa, kecuali beberapa dinding dan ruang kosong," ucap direktur eksekutif Pusat Yahudi Pasadena, Melissa Levy pada Sabtu (11/01/2025).
Baca Juga: Wakil Menteri Investasi Pantau Pelaksanaan MBG di Tangsel
Hancurnya Masjid di Los Angeles
Sebuah masjid bernama Masjid Al-Taqwa, dan meninggalkan komunitas kecil, berduka atas hilangnya ruang berkumpul yang dicintai.
"Salah satu anggota dewan kehilangan rumahnya dalam kebakaran, bersama dengan setidaknya 10 umat beriman," kata imam sukarelawan, Junaid Aasi.
"Begitu banyak keluarga menyebutnya (masjid) rumah kedua mereka, Itu adalah rasa memiliki bagi kami," ucapnya menambahkan.
Masjid itu dimulai sebagai tempat ibadah Afrika-Amerika, dan dalam 20 tahun terakhir telah menarik beragam keluarga muda serta para profesional dan mahasiswa.
Masjid ini, saat berbuka puasa selama bulan Ramadhan, halaman belakangnya telah menjadi tempat perayaan komunitas setiap malam, dengan anak-anak melakukan kegiatan seni seperti melukis mural.
Menurut Profesor di University of Redlands, Samar Ghannoum, mengatakan, Ia telah berdoa di masjid bersama keluarganya sejak 1990-an. Samar mendapat telepon dari anaknya, jika masjid terbakar.
"Ketika dia menelepon dan berkata, Bu, masjid terbakar, dan menangis, hati saya hancur," tuturnya.
Diketahui, upaya penggalangan dana komunitas, telah mulai dibangun kembali, dengan sumbangan melampaui 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,6 miliar pada Jumat, 10 Januari 2025 malam.
Sementara untuk tempat shalat Jumat selama masjid belum dibangun kembali, Junaid Aasi membagikan daftar masjid tetangga. Sedangkan untuk bulan Ramadhan, umat beriman berharap dapat mengamankan ruang untuk berkumpul kembali sebagai sebuah komunitas.
Baca Juga: Pedagang Bakso di Kediri Tertabrak Mobil yang Melintas Kencang, Gerobak Hancur
Gereja dan tempat tinggal jemaat Hancur
Pendeta Paul Tellström mengabarkan, gereja Komunitas Altadena, hancur beserta beberapa rumah bagi 60 anggota jemaat.
"Ini mengejutkan. Ini adalah pengingat bagi kita akan semua kerapuhan hidup," tuturnya.
Berdasarkan sejarah, gereja ini, dibangun sekitar tahun 1940-an, terkenal dengan kaca patrinya yang berwarna-warni dan menjadi tempat bagi paduan suara yang populer.
"Ini adalah pukulan besar, tetapi itu tidak akan menghalangi kemajuan kami. Kesimpulan yang paling penting adalah bahwa kami adalah gereja - bukan bangunan," sebut Paul.
Sementara, setengah lusin gereja, diantaranya Paroki St. Matius, sebuah gereja Episkopal di Pacific Palisades, yang memiliki kampus serta sekolah dan prasekolah hingga kelas 8, serta tempat tinggal pendetanya hancur.
Namun dalam laporannya, meskipun semua itu hancur, masih ada sekolah menengah dan bangunan lainnya masih utuh.
Saat ini, menurut Stefanie Wilson, gereja telah menyelenggarakan pertemuan online, dengan menggunakan liturgi Compline atau doa malam.
"Kami merasakan doa Anda, Kami membutuhkan mereka dan kami menginginkannya dan kami merasa bahwa Anda bersama kami sekarang" ujar Stefanie menambahkan.*******
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







