Kolaborasi Antar Organisasi Pers Diperlukan untuk Dorong Perlindungan Wartawan di Banten

AKURAT BANTEN - Tiga organisasi Konstituen Dewan Pers yakni Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) akan berkolaborasi untuk mendorong perlindungan jurnalis di Provinsi Banten.
Hal tersebut dilakukan lantaran, nasib jurnalis stringer televisi di Banten hingga kini masih menghadapi ttantangan yang besar, terutama terkait dengan perlindungan hukum dan kesejahteraan.
Meskipun mereka menjadi ujung tombak dalam peliputan berita di daerah-daerah, banyak dari mereka yang tidak memiliki perjanjian kerja secara resmi.
Hal ini menyebabkan posisi mereka terpinggirkan, dan membuat mereka rentan terhadap risiko saat bertugas, terutama dalam situasi berbahaya seperti konflik, bencana alam, atau demonstrasi.
Baca Juga: Kolaborasi Antar Organisasi Pers Diperlukan untuk Dorong Perlindungan Wartawan di Banten
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten, Adhi Mazda, menyatakan bahwa perlu adanya kolaborasi antar organisasi pers untuk memperjuangkan perlindungan bagi wartawan di Provinsi Banten.
Menurutnya, wartawan stringer yang tidak memiliki status formal sering kali bekerja tanpa asuransi, jaminan kesehatan, atau perlindungan hukum yang memadai.
"Wartawan di Banten, khususnya stringer televisi, masih sangat rentan. Oleh karena itu, perlu ada program advokasi yang bisa menjamin perlindungan mereka ketika bertugas di lapangan," ungkap Adhi Mazda dalam diskusi jurnalis yang digelar di Serang pada Kamis (16/1/2025).
Senada dengan itu, Ketua PWI Banten, Mashudi, mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara berbagai organisasi pers yang tergabung dalam Dewan Pers untuk menyelesaikan masalah ini.
Baca Juga: Libur Sekolah Selama Ramadan 2025? Mendikdasmen Ungkap Pertimbangkan Tiga Opsi
Mashudi menekankan bahwa dengan sinergi yang kuat, penguatan terhadap wartawan akan lebih mudah diwujudkan.
"Kolaborasi antar organisasi pers sangat penting untuk memperkuat posisi dan perlindungan wartawan. Jika kita bekerja bersama, karya jurnalistik akan lebih dihargai dan mendapatkan apresiasi yang layak," ujar Mashudi.
Acara diskusi ini turut dihadiri oleh pengurus IJTI, PWI tingkat kota, serta Koordinator Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Biro Banten, Muhamad Iqbal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan




