TRAGEDI MAUT DI TANGSEL: Niat Selamatkan Harta, Pria Lansia Meninggal Dunia Dalam Kebakaran Dahsyat!

AKURAT BANTEN - Tragedi berujung maut, sebuah kabar duka menyelimuti Kampung Parigi, Kelurahan Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Peristiwa kebakaran tragis terjadi pada Selasa (13/4/2025) siang, merenggut nyawa seorang pria lansia bernama Sarwani (70).
Kisah pilu ini menjadi pengingat akan bahaya kelalaian dan betapa berharganya nyawa di atas harta benda.
Insiden bermula ketika kobaran api melalap kediaman Sarwani.
Diduga kuat, penyebab kebakaran adalah kompor gas yang lupa dimatikan saat memasak, memicu ledakan kecil yang dengan cepat membesar dan merambat ke bagian gudang rumah.
Di tengah kepanikan dan asap tebal yang memenuhi rumah, Sarwani, yang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung, menunjukkan keberanian sekaligus kecerobohan.
Baca Juga: Viral! Anggota DPRD Diduga Cekik Pramugari Wings Air Gara-Gara Koper, Maskapai Tempuh Jalur Hukum!
Saksi mata, Bagas, menuturkan dengan nada sedih bagaimana korban berulang kali keluar masuk rumah yang sudah dilalap api demi menyelamatkan barang-barang berharganya.
"Setelah saya angkat (tubuh Sarwani), saya pindahkan ke area musala, beliau meninggal dunia. Korban sempat bilang sudah ‘enggak kuat, udah enggak kuat.’ Kalau saya perhatiin kayaknya beliau ada penyakit jantung," ungkap Bagas, menggambarkan detik-detik terakhir perjuangan Sarwani.
Upaya penyelamatan oleh warga setempat memang sigap dilakukan. Namun, takdir berkata lain. Sarwani menghembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung yang diduga dipicu oleh kepanikan dan terlalu banyak menghirup asap beracun.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini 6 Tips Membeli HP Bekas Gar Tidak Tertipu yang Harus Kamu Perhatikan
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Namun, petugas sempat terkendala akses jalan yang sempit, membuat upaya pemadaman membutuhkan waktu lebih dari satu jam.
Kepala Seksi Analisis Damkar Tangsel, Asep Iswandi, membenarkan bahwa kondisi kesehatan korban menjadi faktor utama dalam tragedi ini. "Satu orang meninggal karena mengalami penyakit jantung dan terlalu banyak menghirup asap saat kebakaran," jelasnya.
Kerugian materiel akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 600 juta. Sebuah angka fantastis yang tentu tak sebanding dengan nyawa seorang insan.
Jenazah Sarwani rencananya akan dikebumikan di pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah yang kini hanya menyisakan puing-puing kenangan.
Aparat Polsek Serpong telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut, meskipun dugaan kuat mengarah pada kelalaian penggunaan kompor gas (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










