Tangerang Jadi Titik Sentral di Banten, Presiden Rl Buka GTPS di 14 Provinsi

AKURAT BANTEN,TANGERANG - Kabupaten Tangerang jadi titik sentral di Provinsi Banten dalam Gerakan Tanam Padi Serentak (GTPS) di 14 Provinsi.
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto secara virtual membuka GTPS di 14 provinsi, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional.
Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, menjadi salah satu titik sentral kegiatan tanam serentak Provinsi Banten, Rabu (23/5/25).
Baca Juga: Skandal Raksasa di Balik Tambang Kaltim: Dugaan Korupsi Rp 5 Triliun Terbongkar!
Moch Maesyal Rasyid Bupati Tangerang dalam sambutannya mengatakan, penanaman padi di Kabupaten Tangerang berjalan lancar dan didukung penuh oleh masyarakat.
“Hari ini kegiatan tanam padi di Kecamatan Kemiri berjalan baik. Saya mendampingi, Pak Gubernur, Pak Kapolda, Wakajati, Kapolres, Danramil secara simbolis memulai tanam pagi dilanjutkan oleh para petani. Kami berharap empat bulan ke depan panennya berhasil,” ujar Bupati Tangerang.
Maesyal mengungkapkan, rata-rata produktivitas gabah di wilayah Kabupaten Tangerang mencapai 7 ton per-hektare. Pemkab Tangerang bersama Provinsi Banten terus memastikan dukungan dan bantuan kepada para petani seperti kelancaran distribusi pupuk, alat pertanian dan obat pengendali hama.
Baca Juga: Ramai-Ramai Beli Emas: Tren Investasi atau Sekadar FOMO?
“Ini pencapaian yang sangat baik. Pemerintah daerah bersama Pemprov Banten terus memastikan distribusi pupuk, alat pertanian, dan pengendalian hama berjalan optimal,” jelas Maesyal.
Pemerintah juga memastikan untuk terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Bulog untuk penyerapan hasil panen para petani dengan harga yang kompetitif.
“Harga gabah sudah mencapai Rp6.500 per kilogram. Ini tentu saja disambut positif para petani karena dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” paparnya.
Baca Juga: TERUNGKAP! Alasan Pilu Indra Bekti dan Aldilla Jelita 'Kabur' ke Australia Demi Masa Depan Anak
Sementara itu, Andra Sony Gubernur Banten menyampaikan, Provinsi Banten menargetkan luas tanam di wikayah Banten sekitar 38.000 hektare pada April 2025.
"Untuk target produksi gabah tahun ini sebesar 2,8 juta ton, atau setara 1,8 juta ton beras. Ini kami dorong dengan intensifikasi lahan, modernisasi alat, serta perbaikan irigasi," tutur Gubernur Banten.
Andra menambahkan, bahwa optimalisasi lahan di wilayah selatan Banten menjadi salah satu kunci peningkatan produksi. Pihaknya juga akan terus memperkuat kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh jajaran Forkopimda dan berbagai pihak lainnya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Provinsi Banten.
"Pihaknya didukung Forkopimda dan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dengan semangat gotong royong, Banten siap meningkatkan kontribusi dalam ketahanan pangan nasional," pungkasnya.
Presiden RI, Prabowo Subianto, yang terhubung secara virtual di Banyuasin Sumsel, menyampaikan pentingnya transformasi teknologi dan efisiensi dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Baca Juga: Geger di Balai Kota: TPP Desember Tangsel Belum Cair, Keresahan ASN Semakin Memuncak!
"Dulu menanam satu hektare padi butuh 25 hari. Sekarang, berkat mekanisasi teknologi, 25 hektare bisa ditanam dalam sehari. Ini lompatan besar," jelasnya.
Presiden Prabowo menegaskan, bahwa Indonesia kini memiliki peluang besar untuk memimpin revolusi hijau dunia. Untuk itu, ketahanan pangan sebagai salah satu merupakan pondasi utama stabilitas nasional harus terus ditingkatkan.
"Indonesia tak hanya mampu swasembada, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia. Kita bisa membantu negara-negara lain. Ini kebanggaan sekaligus tanggung jawab," tegasnya.
Prabowo menekankan, bahwa selama kita mampu memproduksi pangan, kita tidak perlu takut dengan fluktuasi ekonomi global, yang penting sekarang adalah pemerataan kekayaan agar dirasakan seluruh rakyat Indonesia," tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan








