Banten

IDE DEDI MULYADI: Bukan Sekolah Biasa, Kisah Haru dan Taktik 'Keras' TNI Membentuk Karakter Pelajar Bermasalah di Purwakarta

Saeful Anwar | 2 Mei 2025, 16:21 WIB
IDE DEDI MULYADI: Bukan Sekolah Biasa, Kisah Haru dan Taktik 'Keras' TNI Membentuk Karakter Pelajar Bermasalah di Purwakarta

AKURAT BANTEN- Suasana Markas Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta, pada Kamis (1/5/2025) bertransformasi menjadi panggung harapan dan haru.

Bukan hiruk pikuk latihan tempur yang biasa mendominasi, melainkan barisan rapi puluhan pelajar SMP yang siap menapaki babak baru dalam hidup mereka.

Sebanyak 39 siswa, dari total 40 yang terdaftar, tiba dengan wajah penuh tanya dan sedikit cemas.

Baca Juga: Rahasia Tubuh Sehat dan Bugar: Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar!

Bus dan truk Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengantarkan mereka ke gerbang disiplin militer, sebuah program pembinaan karakter yang dirancang khusus untuk menjembatani jurang kenakalan remaja.

Tak ada sambutan santai. Begitu kaki menginjakkan tanah markas, ketegasan ala militer langsung terasa. Instruksi singkat, padat, dan penuh disiplin menjadi menu pembuka bagi 14 hari penggemblengan mental dan spiritual di bawah bimbingan para anggota TNI.

Program ini bukan sekadar hukuman, melainkan sebuah oase harapan yang digagas Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk siswa-siswa yang selama ini bergumul dengan masalah kedisiplinan di sekolah maupun di rumah.

Baca Juga: Inspirasi Tatanan Rumah yang Bikin Betah dan Penuh Gaya

Dengan sentuhan militer yang terukur, mereka akan dididik untuk menanamkan nilai-nilai luhur: disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia.

Persiapan 

Matahari siang itu menjadi saksi bisu momen yang menguras air mata. Kesempatan singkat berpamitan dengan orang tua menjadi saat yang sarat emosi.

Elly, salah satu wali murid, tak mampu menyembunyikan air matanya. Di pundak program inilah, ia menaruh harapan besar untuk perubahan putranya.

Baca Juga: Ancol Hadirkan Ruang Keajaiban di Hari Pendidikan Nasional

"Anak saya sering bolos dan susah dinasehatin. Saya titipkan ke program ini agar bisa berubah jadi lebih baik. Terima kasih Pak Bupati dan Gubernur, semoga anak saya bisa jadi rajin dan nurut," ungkap Elly

Persiapan matang telah dilakukannya jauh-jauh hari, memastikan segala kebutuhan sang anak selama pembinaan tercukupi.

Seragam, alat tulis, pakaian olahraga, hingga perlengkapan mandi dan ember, semuanya telah disiapkan dengan penuh harap.

Baca Juga: Cegah Ledakan Populasi dan Rabies, Jakarta Barat Sterilkan Ratusan Kucing dan Anjing Sejak Awal 2025

"Memang sudah didaftarkan oleh sekolah, terus saya sebagai orang tua setuju dan dukung, semoga anak ini bisa berubah lah menjadi lebih baik," imbuhnya, menyiratkan keyakinan akan dampak positif program ini.

Pemeriksaan Kesehatan 

Komandan Resimen Armed 1 Kostrad, Kolonel Arm Roni Junaidi, menjelaskan bahwa hari pertama akan diisi dengan pemeriksaan kesehatan dan psikologis secara menyeluruh.

Langkah ini krusial untuk memahami kondisi awal setiap siswa sebelum mereka memasuki rutinitas yang terstruktur.

Baca Juga: Ricuh di Hari Buruh, 13 Orang Ditangkap karena Tindakan Anarkis di Depan Gedung DPR

"Setelah itu, mereka akan mengikuti rutinitas yang ketat namun membangun, seperti salat berjamaah, olahraga, menjaga kebersihan, pola makan teratur, hingga konseling dan sesi motivasi," papar Kolonel Roni.

"Tujuan utama program ini adalah membentuk lingkungan positif yang membangun mental dan spiritual anak-anak." ujar Roni.

Baca Juga: Bank DKI Bagikan Dividen Rp249 Miliar, Siap Melangkah ke Bursa Saham!

Kurikulum Pelatihan 

Lebih lanjut, Kolonel Roni mengungkapkan bahwa kurikulum pelatihan telah dirancang secara kolaboratif oleh berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, dinas sosial, serta para psikolog anak.

"Tentu ini kolaborasi yang baik, semua terlibat untuk memberikan hal yang positif kepada anak," tegasnya.

Melalui program yang menyentuh hati ini, tersemat harapan besar untuk lahirnya generasi muda Purwakarta yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedisiplinan tinggi, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

Baca Juga: Hadiah May Day dari Presiden Prabowo: Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh, Siap Hapus Sistem Outsourcing

Kisah di balik barisan rapi ini adalah narasi tentang kepedulian, harapan, dan keyakinan akan potensi perubahan dalam diri setiap anak bangsa. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman