Banten

Jokowi Akui Sedih Jika Kasus Ijazah Palsu Naik Ke Tahap Penyidik: Saya Kasihan, Tapi Keterlaluan!

Andi Syafrani | 20 Mei 2025, 13:02 WIB
Jokowi Akui Sedih Jika Kasus Ijazah Palsu Naik Ke Tahap Penyidik: Saya Kasihan, Tapi Keterlaluan!

AKURAT BANTEN - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri terkait laporan dugaan ijazah palsu yang dilayangkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

Usai menjalani pemeriksaan, Jokowi terlihat emosional ketika menjawab sejumlah pertanyaan dari awak media, terutama saat disinggung soal komentar dari mantan ketua umum partainya, Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Wamenaker Tegaskan Perusahaan yang Tahan Ijazah Karyawan Bisa Kena Pidana!

Momen haru itu terjadi ketika seorang wartawan mengutip pernyataan Megawati yang menilai seharusnya urusan keaslian ijazah tak perlu dibawa ke polisi. Menurut Mega, kalau memang ijazah itu asli, tinggal tunjukkan saja dan tidak perlu heboh.

"Ketum PDIP bilang kalau ijazah asli tinggal tunjukkan, enggak usah repot ke polisi?" tanya wartawan kepada Jokowi.

Baca Juga: Waspada Jelang Iduladha, Dua Sapi Terindikasi PMK di Tangerang, Pengawasan Diperketat

Presiden pun terdiam sejenak sebelum menjawab dengan suara pelan.

"Saya itu sebetulnya ya, sebetulnya sedih," ucap Jokowi sambil menunduk, dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.

Baca Juga: Bupati Lebak Buka Kegiatan Ajang Prestasi pada Festival Pelajar: O2SN, FLS2N, OSN, GSI, dan OPSI Tahun 2025

Ia melanjutkan, kasus ini sebenarnya sudah sangat menyakitkan secara pribadi. Namun, karena sudah dilaporkan secara resmi, maka proses hukum harus dijalani sampai tuntas.

"Kalau proses hukum mengenai ijazah ini maju lagi ke tahapan berikutnya. Saya kasihan, tapi ya ini kan sudah keterlaluan, jadi ya kita tunggu proses hukum selanjutnya," kata Jokowi dengan nada yang terdengar berat.

Baca Juga: Ini Alasan Polda Banten Jemput Paksa, Dobrak dan Jebol Pintu Kediaman Charlie Chandra

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa hanya pengadilanlah tempat yang sah untuk membuktikan keaslian ijazahnya. Jokowi juga berharap agar isu ini bisa segera selesai agar tidak menambah kegaduhan publik.

"Ini kan supaya semuanya jelas dan gamblang, lembaga yang paling kompeten untuk dimana saya menunjukkan ijazah saya itu ya di pengadilan nanti," ungkapnya.

Baca Juga: Jokowi Dijadwalkan Hadiri Pemeriksaan Bareskrim Terkait Dugaan Ijazah Palsu Hari Ini

Sebelumnya, Megawati dalam sambutannya di acara peluncuran buku soal Hak Kekayaan Intelektual di BRIN, sempat menyinggung soal polemik ijazah palsu tanpa menyebut nama. Ia menilai, jika seseorang benar memiliki ijazah yang sah, maka tinggal tunjukkan saja dan tidak perlu memperkeruh suasana.

"Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, bener opo enggak? Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja, 'ini ijazah saya' gitu loh," ujar Megawati saat itu.

Baca Juga: Ketua KPPU Belum Hadir di KPK, Penjadwalan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Gas PGN–IAE

Kasus ini sendiri sudah menjadi perbincangan panjang sejak tahun lalu dan beberapa kali dibantah oleh pihak UGM.

Namun karena terus digulirkan ke jalur hukum, kini prosesnya resmi ditangani penyidik, dan Jokowi telah memberikan keterangan langsung untuk pertama kalinya sejak isu ini mencuat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC