Sebabnya Benci Diri Sendiri, Pengguna Smartphone Ngamuk hingga Beli HP Blackberry Lawas, Kok Bisa?

AKURAT BANTEN - Di tengah dominasi Android dan iPhone di pasar ponsel pintar, tren tak terduga muncul dari kalangan Gen Z: kebangkitan Blackberry.
Ponsel yang sempat booming di era awal 2000-an ini kini kembali naik daun, bukan karena inovasi teknologi terbaru, tetapi karena sentimen nostalgia dan keinginan untuk hidup lebih sederhana.
Baca Juga: WhatsApp Tak Bisa Lagi Dipakai di HP Jadul Mulai Juni 2025, Ini Deretan Tipe yang Kena Imbasnya
Tagar blackberry di TikTok telah digunakan lebih dari 127 ribu kali.
Ketika kata kunci ini dicari, ribuan video muncul kebanyakan menampilkan Gen Z yang bangga memamerkan Blackberry mereka, baik hasil perburuan di e-commerce maupun warisan dari orang tua.
Fenomena ini menjadi bagian dari gerakan digital detox yang kian populer.
Banyak Gen Z menyatakan kelelahan terhadap kehidupan digital yang terlalu intens.
Mereka merasa terus-menerus terikat dengan notifikasi, aplikasi media sosial, dan ekspektasi untuk selalu "online".
Blackberry dan ponsel jadul lainnya menawarkan jalan keluar dari keterikatan tersebut.
“Saya sudah muak dengan Apple, saya rela menyerahkan hampir segalanya demi sebuah Blackberry!” tulis seorang pengguna, dikutip dari The New York Post.
Bagi mereka, Blackberry bukan sekadar ponsel, melainkan simbol pembebasan dari dunia digital yang terlalu sibuk.
Teknologi sederhana dari Blackberry dan ponsel jadul lainnya seperti dumbphone atau ponsel lipat, membatasi akses ke media sosial dan aplikasi modern.
Hal ini memberikan ruang bagi pengguna untuk lebih fokus pada hubungan sosial di dunia nyata dan kesehatan mental mereka sendiri.
Laporan Pew Research Center 2024 mencatat bahwa hampir setengah remaja kini online hampir sepanjang waktu, naik signifikan dari hanya 24% satu dekade lalu.
Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya kecemasan, depresi, dan gejala gangguan perhatian seperti ADHD, yang banyak dikaitkan dengan kecanduan smartphone.
Charlie Fisher, mahasiswa berusia 20 tahun, mengatakan kepada USA Today bahwa dia mengalami kecemasan akibat kebiasaan memeriksa ponsel terus-menerus.
Sejak mengganti iPhone-nya dengan ponsel lipat, ia merasa lebih tenang dan terhubung secara emosional dengan dunia nyata.
“Saya benar-benar melihat dunia seperti saat masih kecil,” ujarnya.
Kembalinya Blackberry juga mencerminkan tren retro yang lebih besar: kebangkitan piringan hitam, kaset, dan bahkan majalah cetak.
Gen Z menunjukkan ketertarikan terhadap masa lalu sebagai bentuk perlawanan terhadap modernitas yang dianggap terlalu mengganggu dan menghisap perhatian.
Lars Silberbauer dari Nokia Phones mengatakan bahwa meningkatnya penggunaan dumbphone dan ponsel jadul merupakan indikasi tumbuhnya kesadaran terhadap dampak teknologi terhadap kesehatan mental generasi muda.
Namun, kehidupan tanpa smartphone tidak selalu mudah. Dari menu QR di restoran hingga layanan publik digital, banyak aspek kehidupan kini bergantung pada konektivitas dan perangkat pintar.
Meski demikian, gelombang digital detox yang dilakukan Gen Z membawa pesan penting: keinginan untuk menjalani hidup yang lebih sadar, sehat, dan seimbang.
Baca Juga: Sangat Mudah, Ini 7 Trik Mengatasi Memori HP Penuh Tanpa Perlu Menghapus Aplikasi Kesayangan
Kebangkitan Blackberry adalah bagian dari pencarian itu bukan karena fitur canggihnya, tetapi karena kesederhanaannya.
Di tengah kemajuan teknologi yang terus berlari, generasi muda justru mulai melangkah mundur, mencari makna dan koneksi sejati lewat hal-hal yang pernah dianggap usang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 8Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 9Kalah dari IShowSpeed, Eberechi Eze Dihukum Tiru Selebrasi Cristiano Ronaldo! Siap Pamer “Siuuu” di Emirates?
- 10Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila









