Tragedi di Bawah Lampu: Bocah Lima Tahun Meninggal Saat Bermain

Akurat Banten - Sebuah taman yang biasanya dipenuhi tawa anak-anak, berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan.
Di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, warga dikejutkan oleh penemuan tubuh seorang anak laki-laki yang tak lagi bernyawa.
Bocah berinisial V, berusia lima tahun, ditemukan tergeletak di bawah tiang lampu taman dengan kondisi tubuh hangus, diduga akibat sengatan listrik.
Menurut keterangan warga sekitar, tubuh mungil itu ditemukan saat seorang petugas kebersihan menyapu daun-daun kering.
"Saya pikir cuma boneka," ujar Sarman (45), petugas kebersihan taman.
"Tapi pas saya dekati, saya kaget banget, itu anak kecil," tambahnya.
Baca Juga: Tak Cuma Bawa Kabur Uang, Modus WNA di Jakarta Bikin Geger!
Ia tak menyangka bahwa di antara debu pagi dan ranting pohon, tergeletak sosok kecil yang ternyata sudah tak bernyawa.
Kejadian ini pun langsung mengundang kerumunan dan perhatian masyarakat sekitar, terlebih setelah diketahui bahwa sang bocah semalam sebelumnya sempat bermain di taman itu.
Dari informasi yang beredar, V bermain bersama temannya pada malam hari, sebuah waktu yang seharusnya tak lagi menjadi waktu bermain bagi anak seusianya.
Dalam gelapnya taman, mereka bermain di sekitar pohon dan tiang lampu taman yang ternyata menjadi titik bahaya.
Teman korban mengaku melihat V memeluk pohon dan menyentuh tiang besi, lalu tiba-tiba tubuhnya kejang sebelum terjatuh.
"Aku takut, terus aku lari pulang," ujar teman bermain korban, yang masih berusia 6 tahun, dengan suara pelan saat ditemui warga.
Pagi harinya, setelah jenazah ditemukan, orang tua korban mendatangi lokasi dengan hati hancur.
Baca Juga: Bentak dan Aniaya Kurir, Pelanggan ShopeeFood di Sleman Jadi Tersangka
"Anak saya semalam pamit cuma mau main sebentar," kata sang ibu.
Tubuh anak mereka terlihat hangus, seperti tersengat arus listrik.
Polisi yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi dan membawa jasad ke RS Fatmawati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini masih dalam penyelidikan, khususnya terkait dugaan arus listrik bocor dari tiang lampu yang berada di area publik.
Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol Darmawan, menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami penyebab kejadian tersebut.
"Kami sudah koordinasi dengan pihak PLN dan Sudin Pertamanan untuk mengecek instalasi listrik di seluruh taman sekitar," tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika ada kejanggalan di area publik.
Baca Juga: Update! Tim SAR Temukan Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
Peristiwa tragis ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan keras bagi semua pihak yaitu pentingnya keselamatan fasilitas publik dan pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama di malam hari.
Sebuah taman seharusnya menjadi tempat aman, bukan ladang bahaya tersembunyi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










