Diiming-imingi Rujuk: Pengakuan Korban Terduga Pelaku Pelecehan di SMP Kota Tangerang yang Bikin Merinding!

AKURAT BANTEN - Kasus pelecehan seksual yang menggemparkan di Salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Tangerang kembali mencuat dengan ditemukannya dua korban baru. Ironisnya, kedua korban ini memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku yang saat ini diketahui berinisial SY.
Korban pertama berinisial H, seorang pria berusia 40-an yang merupakan adik ipar dari terduga pelaku. Korban kedua adalah J, seorang remaja berusia sekitar 14 tahun yang merupakan keponakan dari terduga pelaku.
Hal tersebut diungkapkan Tiara, Kuasa Hukum Korban yang duduk di Sekolah Menengah Pertama di Kota Tangerang, Menurutmya, J mengalami pelecehan sejak awal tahun pada bulan Januari.
Baca Juga: Wamenaker Immanuel Ebenezer Jadi Tersangka, KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Sertifikat K3
Saat itu, terduga pelaku melakukan hal yang diduga sama kepada RA dengan melakukan pendekatan dan menghidap kemaluan korban.
"Kronologinya, anak di bawah umur ini pada saat nonton TV sambil main game, sekitar habis Isya jam delapanan, itu si pelaku menghampiri si korban, terus dengan aksinya di pelorotin lagi celananya, sambil diisap-isap juga, sampai keluar air mani," ungkap Tiara di salah satu cafe di Kota Tangerang.
Selain J, Tiara mengungkapkan, ada H yang juga mengalami hal serupa menjadi korban saat meminta bantuan SY untuk rujuk dengan istrinya.
Baca Juga: Skandal K3 Mengguncang: KPK Tetapkan Immanuel Ebenezer dan 10 Orang Lain Sebagai Tersangka
Pada saat itu, H kata Tiara, sedang merasa kebingungan dan meminta tolong kepada SY sebagai Kakak iparnya agar membujuk mantan istrinya untuk kembali kepadanya.
"Dia minta tolong untuk rujuk pada istrinya, dia datang ke warung si pelaku untuk meminta tolong kepada si pelaku untuk meminta rujuk dan bercerita tentang masalah rumah tangganya, kemudian si pelaku ini menutup roling dor, dan si korban disuruh dzikir, dengan membayangkan istrinya, kemudian celananya diplorotin dan dihisap selama 15 menit, hasil air maninya itu dibuang ke botol," ungkapnya.
Tiara menjelaskan, H diduga merasa tidak berdaya saat kejadian tersebut berlangsung diluar kendalinya karena berharap bisa kembali rujuk bersama istrinya.
Baca Juga: Cipta Perdana Lancar Luncurkan Rantang SUS 304 untuk Program Makan Bergizi Gratis
"Dia juga sebenarnya tidak tahu ya, mungkin di luar kuasanya juga, dan itu juga dia tidak bisa ngapa-ngapain dan tidak bisa berkutik sama sekali," cetusnya.
Kata Tiara, Pada saat itu pelaku diduga mengiming-imingi H bahwa ia akan membantu proses rujuk dengan istrinya.
"Dia diiming-iming setelah itu akan ada rujuk kembali kepada pihak istrinya, dan kini malah retak rumah tangganya," ucap Tiara.
Baca Juga: Polda Banten Ringkus Ketua Koperasi BMT Muamaroh, Rugikan Ratusan Warga Hingga Rp 9 Miliar
Tiara mengungkapkan, kedua korban ini sebelumnya sudah pernah membuat laporan ke Polres Metro Tangerang Kota sebelum kasus RA siswa SMP yang melapor dan kasusnya mencuat ke publik.
"Iya, kurang lebih, ke polres juga ya, iya, jadi sekarang kita masukan aja penambahan korban dan saksi, dibuat satu rangkaian SMP 23," jelasnya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Diharapkan, dengan terungkapnya fakta-fakta baru ini, kata Tiara, keadilan dapat ditegakkan dan para korban mendapatkan pemulihan yang layak.
"Kami tetap akan meminta kepada penyidik untuk segera objektif terhadap apa yang sudah kita sampaikan kepada penyidik, kita berharap para penyidik untuk tetap objektif," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










