Awas! Diskominfo Kota Tangerang Ingatkan, Maraknya Kejahatan Digital Mengintai, Kenali Modus dan Cara Melindunginya

AKURAT BANTEN-Di era digital seperti sekarang, kemudahan bertransaksi dan berkomunikasi makin tak terbendung. Tapi, di balik segala kemudahannya, ada ancaman kejahatan digital yang harus kita waspadai.
Salah satunya adalah social engineering, modus penipuan yang makin sering terjadi.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengingatkan kita semua untuk lebih berhati-hati.
Social engineering adalah taktik manipulasi psikologis yang dipakai penjahat siber untuk mencuri data pribadi kita.
Mereka bisa menyamar sebagai siapa saja: petugas bank, staf pemerintah, atau bahkan kerabat dekat, lalu meminta informasi sensitif seperti nomor rekening, PIN, kode OTP, atau data pribadi lainnya.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menegaskan pentingnya sikap waspada.
“Jangan mudah percaya, dan selalu verifikasi kebenaran identitas pihak yang menghubungi,” ujarnya.
Kita harus selalu curiga jika ada pihak yang tak dikenal meminta data sensitif lewat telepon, email, atau media sosial.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Tangerang: 374 Warga Terinfeksi HIV AIDS Sepanjang 2025
Bagaimana Modus Penjahat Bekerja?
Para penipu ini sangat lihai. Mereka bisa menggunakan berbagai cara untuk menjebak korbannya:
Panggilan telepon palsu: Mengaku dari bank dan bilang ada masalah pada rekening Anda.
Pesan WhatsApp atau SMS: Mengirim tautan palsu untuk "verifikasi" atau "klaim hadiah".
Email phishing: Mengirim email yang mirip dengan email resmi perusahaan atau instansi, meminta Anda untuk memasukkan data login.
Mereka memanfaatkan rasa panik atau keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu. Kunci utamanya adalah membuat kita lengah dan memberikan data dengan sukarela.
Baca Juga: Sinyal Positif dari Pemkot Tangerang: Guru PAUD Bakal Dapat Beasiswa Kuliah!
Lalu, Bagaimana Cara Kita Melindungi Diri?
Diskominfo Kota Tangerang membagikan beberapa tips penting yang bisa kita terapkan:
1. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi
Jangan pernah bagikan informasi penting seperti nomor KTP, nomor rekening, PIN, atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari pihak berwenang.
2. Jangan Unggah Dokumen Penting
Hentikan kebiasaan mengunggah foto KTP, Kartu Keluarga, atau tiket perjalanan di media sosial. Dokumen ini bisa disalahgunakan oleh penipu.
3. Aktifkan Keamanan Berlapis
Pastikan Anda mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA) atau autentikasi dua faktor di semua akun penting, mulai dari media sosial, email, hingga aplikasi perbankan. Ini adalah lapisan pengaman ekstra yang membuat akun Anda lebih sulit ditembus.
4. Waspada dengan Panggilan & Pesan Mencurigakan
Jika ada yang menghubungi Anda dan menanyakan data sensitif, segera putuskan panggilan dan cari tahu kebenarannya. Hubungi langsung pihak resmi (misalnya, bank) melalui nomor kontak yang sudah Anda ketahui.
5. Pantau Akun & Rekening Secara Berkala
Aktifkan notifikasi setiap kali ada transaksi di rekening Anda. Cek histori rekening secara rutin untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini.
Waspada adalah langkah terbaik untuk melindungi diri di dunia digital. Jangan sampai data pribadi kita jatuh ke tangan yang salah. Mari kita jadikan keamanan digital sebagai prioritas, agar kita bisa menikmati segala kemudahannya tanpa rasa khawatir.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







