Darurat Agraria! Petani Turun Ke Jalan Tagih Asta Cita Hingga Nekat Cor Badan di Depan Istana, Ada Apa?

AKURAT BANTEN-Aksi demonstrasi akbar akan digelar oleh Serikat Petani Indonesia (SPI) pada Hari Tani Nasional, 24 September mendatang, di Jakarta dan 30 provinsi lain di Indonesia.
Aksi ini bertujuan menagih janji pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait reforma agraria yang telah tercantum dalam Asta Cita.
Tuntutan para petani ini didasari pada masalah ketimpangan kepemilikan lahan yang kian parah.
Menurut Ketua Umum SPI, Henry Saragih, mayoritas petani di Indonesia adalah petani gurem yang hanya menguasai lahan kurang dari 0,5 hektare. Sementara itu, lahan dalam skala besar justru dikuasai oleh korporasi.
Baca Juga: Indonesia Posisi Kedua! Ternyata Ini 10 Negara Paling 'Gila' Makan Mie Instan
Konflik Agraria dan Delapan Tuntutan Petani
Ketimpangan ini memicu konflik agraria berkepanjangan yang menyentuh ribuan kepala keluarga anggota SPI di seluruh Indonesia.
Data SPI mencatat, hingga tahun 2025, ada 118.762 kepala keluarga petani yang terlibat konflik dengan total luasan mencapai 537.062 hektare.
Pihak yang terlibat dalam konflik ini sangat beragam, mulai dari dinas kehutanan, Perum Perhutani, perusahaan perkebunan, hingga institusi militer.
Menyikapi kondisi ini, SPI mengajukan delapan tuntutan utama dalam aksi unjuk rasa, jelas Henry, dimomen Hari Tani Nasional pada 24 September mendatang, yakni:
Baca Juga: UMKM Naik Kelas! Pertamina Luncurkan Fitur Belanja Digital untuk Produk Lokal Berkualitas
- Selesaikan konflik agraria yang sedang dihadapi oleh anggota SPI dan yang dialami petani Indonesia;
- Hutan negara jadi objek TORA, Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dilaksanakan oleh Satgas PKH dijadikan obyek TORA;
- Tanah negara yang dikuasai perusahaan perkebunan dan kehutanan serta perusahaan pengembang menjadi objek TORA;
- Revisi Perpres Percepatan Reforma Agraria No. 62 Tahun 2023 untuk kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat desa;
- Bentuk Dewan Nasional untuk Pelaksanaan Reforma Agraria dan Dewan Kesejahteraan Petani;
- Revisi UU Pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, revisi UU Kehutanan untuk reforma agraria, dan revisi UU Koperasi untuk perwujudan reforma agraria dan kedaulatan pangan;
- Bentuk UU Masyarakat Adat untuk penguatan masyarakat adat;
- Cabut UU Cipta Kerja yang menyebabkan ketimpangan agraria dan menghalangi pelaksanaan reforma agraria.
Baca Juga: Mengapa Prabowo Tiba-Tiba Jadi Sorotan Dunia di Sidang PBB? Ini Alasannya!
Menurut Wakil Ketua SPI, Agus Ruli Ardiansyah, tuntutan-tuntutan ini adalah kunci bagi keberhasilan program-program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Tanpa keadilan agraria, kedaulatan pangan dan kemakmuran rakyat akan sulit tercapai.
Aksi Ekstrem: Mengecor Diri di Depan Istana
Tak hanya aksi massa, unjuk rasa Hari Tani Nasional tahun ini akan diwarnai sebuah aksi ekstrem dari aktivis agraria Riau, Muhammad Ridwan.
Dikutip dari laman AmiraRiau.com, Ahad 21/9/2025 sebagai bentuk protes terhadap situasi darurat agraria, Ridwan berencana mengecor badannya sendiri dengan semen di depan Istana Negara.
Ridwan menyadari betul risiko kesehatan dan keselamatan yang mengancam nyawanya. Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain:
- Kerusakan kulit dan jaringan akibat luka bakar kimia.
- Gangguan pernapasan dan sirkulasi darah yang fatal.
- Kerusakan otot dan tulang hingga saraf permanen.
- Infeksi: Jika semen tidak steril, ada risiko infeksi yang signifikan Jika semen tidak steril, ada risiko infeksi yang signifikan
- Kerusakan Permanen atau Kematian: Dalam kasus ekstrem, penggunaan semen untuk mengikat tubuh dapat menyebabkan kerusakan permanen atau bahkan kematian.
Aksi ini, menurut Ridwan, merupakan simbol atau gambaran dari pembatasan akses rakyat terhadap tanah yang seharusnya menjadi sumber kehidupan mereka.
Ia bersumpah takkan menghentikan aksinya sampai Presiden Prabowo Subianto turun tangan dan memerintahkan para menteri untuk mempermudah akses rakyat dalam mendapatkan kepastian hukum atas tanah garapan mereka.
Baca Juga: Heboh! Menteri Pariwisata Minta Air Galon untuk Mandi, Warganet: Malu sama Bu Susi!
Titik Kumpul Aksi di Jakarta
Unjuk rasa di Jakarta akan dipusatkan di beberapa titik strategis, seperti yang disampaikan oleh Agus Ruli Ardiansyah:
• Gedung DPR/MPR RI di Jalan Jenderal Gatot Subroto.
• Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara.
• Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) di Kebayoran Baru.
• Kementerian Kehutanan di Jalan Jenderal Gatot Subroto.
Aksi ini menjadi pengingat bagi pemerintahan baru akan janji-janji yang telah diucapkan. Mampukah pemerintahan Prabowo Subianto menuntaskan permasalahan agraria yang sudah mengakar di negeri ini?. Dan semoga permasalahan ini akan menjadi solusi dalam penyelesaian (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







