Banten

‘Ini Baru Permulaan!’: Menlu Iran Klaim Israel Hancur Total, Sensor Militer Netanyahu Jebol?

Abdurahman | 11 Maret 2026, 07:34 WIB
‘Ini Baru Permulaan!’:  Menlu Iran Klaim Israel Hancur Total, Sensor Militer Netanyahu Jebol?
Gedung-Mobil di Israel Hancur Setelah Dihantam Rudal Iran (YouTube)

AKURAT BANTEN – Eskalasi di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan pernyataan mengejutkan yang menggetarkan panggung geopolitik dunia.

Lewat unggahan terbarunya, Araghchi mengklaim bahwa serangan rudal Iran telah menyebabkan "kehancuran total" di jantung pertahanan Israel, seraya memperingatkan bahwa operasi militer besar-besaran ini hanyalah sebuah awal.

Baca Juga: Ngevlog di Tengah Duka Vidi Aldiano, Sule Jadi Sasaran Amuk Netizen: Ini Penjelasannya!

Menembus Tembok Sensor Israel

Araghchi menuding Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sengaja menerapkan sensor militer yang sangat ketat untuk menutupi skala kerusakan yang sebenarnya.

Menurutnya, dunia sengaja dibuat buta terhadap dampak destruktif dari rudal-rudal Iran agar moral publik Israel tidak runtuh.

"Ini adalah apa yang dilaporkan oleh pria dan wanita kami di lapangan: kerusakan total akibat rudal-rudal kami, para pemimpin yang panik, dan sistem pertahanan udara yang berada dalam kekacauan," tegas Araghchi dalam akun X resminya (11/3/2024).

Pernyataan ini seolah menjadi jawaban atas klaim Israel yang seringkali menyebut sebagian besar proyektil Iran berhasil dicegat oleh sistem Iron Dome.

Baca Juga: Geger! Media Iran Kabarkan Kematian PM Israel Benjamin Netanyahu dalam Serangan Rudal

"Kami Baru Saja Memulai"

Kalimat yang paling menyita perhatian adalah ancaman Araghchi bahwa serangan tersebut bukan merupakan akhir dari segalanya. Pernyataan "Kami baru saja memulai" menyiratkan bahwa Teheran masih menyimpan cadangan kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Hal ini diperkuat dengan laporan bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) mulai mengerahkan rudal-rudal dengan hulu ledak berat—minimal satu ton—yang dirancang untuk menghancurkan fasilitas strategis dan pangkalan militer lawan tanpa ampun.

Baca Juga: Viral Narasi Netanyahu Kabur ke Jerman, Cek Fakta di Balik Posisi Pesawat Wing of Zion!

Diplomasi Tertutup, Perang Terbuka?

Dalam wawancara terpisah dengan NBC News, Araghchi menegaskan bahwa posisi Iran saat ini sangat berbeda dibandingkan konflik tahun-tahun sebelumnya. Ia secara terang-terangan menolak usulan gencatan senjata yang sempat dihembuskan oleh pihak Amerika Serikat dan sekutunya.

"Kami tidak pernah menyerah. Kami akan terus melawan selama diperlukan untuk mempertahankan wilayah, rakyat, dan martabat kami. Dan martabat kami tidak untuk dijual," ujarnya dengan nada tajam.

Baca Juga: Dunia Gempar! Iran Rilis Video 'Kekalahan' AS: Ekspresi Donald Trump Jadi Sorotan Tajam!

Jika klaim Iran mengenai "kekacauan sistem pertahanan" Israel terbukti benar, maka peta kekuatan di Timur Tengah akan berubah drastis. Pasar energi global kini sedang menahan napas, mengingat setiap percikan api di kawasan ini berpotensi melonjakkan harga minyak dunia secara signifikan.

Kini, mata dunia tertuju pada Tel Aviv: Apakah Netanyahu akan melakukan serangan balasan yang lebih mematikan, ataukah dunia akan menyaksikan awal dari perang terbuka yang selama ini ditakutkan?

Satu hal yang pasti, genderang perang telah ditabuh, dan seperti kata Araghchi, ini mungkin benar-benar baru permulaan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman