Dua RT di Kampung Pojok Terendam Banjir, 115 KK Terdampak

AKURAT BANTEN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Kamis (31/10/25) malam menyebabkan banjir merendam pemukiman warga di Kampung Pojok, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh. Sedikitnya dua RT di kawasan tersebut terendam air dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.
Yus Arif (77), warga RT 2 RW 6 Kampung Pojok, menuturkan air mulai naik sejak malam hingga dini hari dan baru mulai surut sedikit pada pagi hari.
"Sekarang ini banjir dari mulai semalam hujan dan terus bertambah sampai pagi subuh, dan sekarang udah mulai surut sedikit-sedikit. Ketinggiannya sekitar 60 cm," ujarnya, Sabtu (1/11/25).
Baca Juga: Bayar di Korea Selatan dengan QRIS Indonesia, Ini Target 2026 yang Bikin Bisnis di Banten Wajib Siap
Menurut Yus, banjir kali ini melanda sekitar 115 kepala keluarga di wilayah tersebut dan membuat sebagian warga terpaksa mengungsi.
"Sekarang ini cuma dua RT aja yang kena, RT 1 RW 7 sama RT 2 RW 6," katanya.
Ia menjelaskan, penyebab banjir diduga akibat adanya pendangkalan tanggul lebih tinggi dari pemukiman yang tidak mampu menahan debit air kiriman dari Kali Angke dan Kali Pojok.
"Penyebabnya ya termasuk tanggulnya aja, dari tanggul pada keluar air," ucapnya.
Yus menuturkan, ia terpaksa mengungsi ke rumah saudara karena rumahnya masih tergenang.
"Sekarang saya ngungsi di rumah sodara. Aktivitas terganggu karena banjir, kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki (pengerukan)," katanya.
Yus menambahkan, banjir di wilayahnya bukan hal baru. Sejak tahun 1996, hampir setiap lima tahun sekali kawasan tersebut dilanda banjir besar.
"Udah sembilan kali sejak tahun 1996, yang paling besar itu tahun 2020 sampai 2 meter. Kalau tahunan gak terlalu besar, tapi tetap aja banjir," jelasnya.
Ia menilai, upaya pemerintah selama ini masih sebatas pembersihan tanggul tanpa solusi permanen.
"Upaya dari pemerintah cuma sebatas pembersihan tanggul aja. Disini (kampung pojok) kan seperti mangkok, jadi banjir kiriman dari Kali Angke dan Kali Pojok," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







