Proyeksi OECD: Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,8 Persen di Tengah Tekanan Global

AKURAT BANTEN - Laporan Economic Outlook Maret 2026 dari OECD memperkirakan inflasi Indonesia berada di kisaran 3,4 persen pada 2026.
Angka ini dipengaruhi kenaikan harga energi, sebelum diproyeksikan turun menjadi sekitar 2,6 persen pada 2027.
Dalam laporan yang sama, OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,8 persen.
Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen.
Baca Juga: Usai Ditemukan Jenazah Pekerja Dibungkus Karung, Ijin Operasional PT Heng Jaya Dihentikan Sementara
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih cukup terjaga. Dukungan kebijakan fiskal serta kuatnya konsumsi domestik menjadi faktor utama yang menopang stabilitas ekonomi nasional.
Di sisi lain, kondisi global turut memberikan tekanan. Ketegangan geopolitik dan kenaikan biaya energi dinilai berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih terarah.
OECD juga mengingatkan agar kebijakan seperti subsidi luas maupun pemotongan pajak dilakukan secara hati-hati.
Baca Juga: Perang Iran Segera Damai? Operasi Militer Disebut Menlu AS Berakhir Dalam Hitungan Minggu
Langkah tersebut berisiko membebani anggaran negara dan menghambat upaya transisi energi dalam jangka panjang.
Dengan proyeksi ini, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menjaga pertumbuhan tetap stabil sekaligus memastikan kebijakan ekonomi berjalan efektif di tengah dinamika global.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






